Anews. Rektor UIN Mataram Prof. DR. TGH. Masnun Tahir, M.Ag. menerima kunjungan silaturahmi Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) NTB di Mataram dalam rangka penjajakan kerja sama strategis di bidang pengawasan obat dan makanan. Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Rektor UIN Mataram tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pengawasan obat dan makanan di Nusa Tenggara Barat.
Silaturrahmi tersebut tidak hanya menjadi momentum kelembagaan, tetapi juga membahas berbagai peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan antara UIN Mataram dan BPOM, khususnya dalam mendukung pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang yang berkaitan dengan obat, makanan, kesehatan, dan keamanan produk.
Rektor UIN Mataram menyambut baik rencana kerja sama dengan BPOM. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung pengawasan obat dan makanan melalui kontribusi akademik, riset, inovasi, edukasi masyarakat, serta pengembangan kompetensi mahasiswa.
“ UIN Mataram sangat terbuka untuk membangun kolaborasi dengan BPOM. Kerja sama ini diharapkan tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi pendidikan, penelitian, mahasiswa, dan masyarakat,” ujar Rektor.
Prof. Dr. TGH. Masnun juga didampingi Kepala Laboratorium Terpadu UIN Mataram, Prof. Dr. H. Suhirman, M.Si., serta sejumlah pejabat dan unsur terkait, termasuk jajaran Bagian Humas UIN Mataram. Kehadiran Laboratorium Terpadu menjadi bagian penting dalam pembahasan peluang kolaborasi, terutama dalam mendukung kegiatan akademik dan penelitian yang membutuhkan fasilitas serta kompetensi laboratorium.
Agenda yang dibahas adalah rencana penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UIN Mataram dan BPOM dalam waktu dekat. MoU tersebut diharapkan menjadi payung kelembagaan bagi berbagai bentuk kerja sama yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. BPOM juga menyatakan kesiapan untuk menjadi mitra strategis UIN Mataram dalam pelaksanaan tridharma perguruan tinggi. Kolaborasi tersebut dapat diarahkan pada penguatan penelitian dan inovasi, edukasi publik mengenai keamanan obat dan makanan, pengembangan kompetensi mahasiswa, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Serta membuka peluang bagi mahasiswa UIN Mataram untuk memperoleh pengalaman praktis melalui Program Praktik Kerja Lapangan (PKL) maupun Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di lingkungan BPOM. Kesempatan tersebut dinilai penting untuk mempertemukan pengetahuan akademik mahasiswa dengan pengalaman kerja dan praktik profesional di lapangan.
Guru Nun, sapaan akrab Rektor, mengapresiasi komitmen BPOM tersebut. Ia menilai keterlibatan lembaga mitra dalam memberikan ruang pembelajaran praktis kepada mahasiswa merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja.
“ Mahasiswa harus mendapatkan pengalaman yang tidak hanya diperoleh di ruang kelas. Karena itu, kemitraan dengan BPOM menjadi peluang yang sangat baik untuk memberikan pengalaman praktis sekaligus memperkuat kompetensi mahasiswa sesuai dengan bidang keilmuannya. Kerjasama UIN Mataram dan BPOM diharapkan berkembang menjadi kemitraan yang produktif dan berkelanjutan. Tidak hanya dalam aspek pendidikan mahasiswa, tetapi juga dalam pengembangan riset, pemanfaatan laboratorium, pengabdian kepada masyarakat, literasi keamanan obat dan makanan, serta berbagai program inovatif lainnya,” pungkas Guru Nun.
Silaturrahmi ini menjadi langkah awal menuju terbentuknya kemitraan strategis UIN Mataram BBPOM yang berorientasi pada penguatan tridharma perguruan tinggi sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan dan perlindungan masyarakat di Nusa Tenggara Barat.
Sumber: Humas UIN Mataram.ac.id.
