Tim KP3 Lotim Awasi 300 Lebih Kios Pupuk, Antisipasi Peredaran Produk Palsu
Terjemahan

Anews. Peredaran pupuk dan pestisida palsu menjadi perhatian Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Kabupaten Lombok Timur. Tim gabungan yang terdiri atas kepolisian, kejaksaan, Bakesbangpol, Inspektorat, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian, serta TNI turun melakukan monitoring ke sejumlah kios pupuk.
‎
Kepala Dinas Pertanian Lombok Timur melalui Sekretaris Dinas Pertanian, Darajata, mengatakan monitoring dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap peredaran pupuk dan pestisida yang tidak sesuai ketentuan.
‎
‎Menurut dia, tim KP3 dibagi menjadi tiga kelompok untuk menjangkau seluruh kecamatan di Kabupaten Lombok Timur. Sasaran pengawasan adalah kios-kios pupuk yang tersebar di berbagai wilayah.
‎
‎“Tim monitoring dibagi menjadi tiga dan akan menjangkau semua kecamatan di Kabupaten Lombok Timur,” kata Darajata.
‎
‎Jumlah kios yang menjadi sasaran pengawasan mencapai lebih dari 300 kios. Pemeriksaan tidak hanya menyangkut pupuk bersubsidi, tetapi juga berbagai jenis pupuk dan pestisida yang beredar di tingkat petani.
‎
‎Darajat mengatakan ada sejumlah aspek yang menjadi perhatian serius tim dalam monitoring tersebut. Di antaranya ketersediaan stok pupuk bersubsidi, jenis pupuk yang beredar, serta legalitas dan kondisi pestisida yang dijual kepada petani.
‎
‎Tim juga akan memastikan pestisida yang beredar telah terdaftar dan tidak dalam kondisi kedaluwarsa.
‎
‎“Pestisida yang beredar apakah sudah terdaftar atau tidak, kedaluwarsa atau tidak, itu yang menjadi bahan monitoring,” ujarnya.
‎
‎Pengawasan terhadap produk palsu juga menjadi salah satu fokus. Darajat mengatakan potensi pemalsuan produk pertanian perlu diantisipasi karena dapat merugikan petani sekaligus mengganggu kualitas produksi pertanian.
‎
‎Karena itu, tim KP3 akan melakukan pemeriksaan terhadap produk yang ditemukan di lapangan. Penyedia kios juga akan dimintai keterangan mengenai mekanisme dan kesepahaman jual beli produk yang mereka sediakan.
‎
‎“Banyak produk yang beredar. dan apa bila ada yang palsu, itulah kemudian yang kita tindak dalam monitoring KP3 kali ini,” kata Darajat.
‎
‎Selain mengantisipasi peredaran produk palsu, monitoring tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan pupuk hingga akhir tahun. Dinas Pertanian menyebut stok pupuk bersubsidi saat ini masih tersedia cukup banyak, sementara kebutuhan pada musim tanam kedua (MT II) belum terlalu tinggi karena luasan tanaman padi masih terbatas.
‎
‎Pengawasan lapangan akan dilakukan selama satu bulan. Setelah kegiatan khusus KP3 tersebut selesai, pengawasan reguler terhadap pupuk dan pestisida tetap dilakukan oleh Dinas Pertanian setiap bulan.
‎
‎Darajat berharap pengawasan tersebut dapat memberikan kepastian kepada petani sekaligus mencegah peredaran pupuk dan pestisida yang tidak sesuai ketentuan.
‎
‎“Harapan kita dengan adanya pengawasan pupuk dan pestisida ini tidak ada keresahan di masyarakat. Pupuk subsidi aman dan terkendali, tersedia tepat waktu, tepat sasaran, tepat kualitas, dan harganya sesuai dengan ketentuan harga subsidi,” ujarnya.

guest

0 Komentar
terbaru
terlama terbanyak disukai