OAM Pascasarjana UIN MataramTA 2026/2027 Mahasiswa Baru Dalam dan Luar Negeri Suap Memulai Tradisi Akademik, Riset dan Prestasi
Terjemahan

Anews. Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram menyelenggarakan Orientasi Akademik Mahasiswa (OAM) Tahun Akademik 2026/2027, Selasa, 1 September 2026, bertempat di Auditorium Kampus II UIN Mataram. Kegiatan ini menjadi pintu awal bagi 287 mahasiswa baru, terdiri atas 230 mahasiswa program magister (S2) dan 57 mahasiswa program doktor (S3), dalam memasuki tradisi akademik dan kehidupan intelektual di Pascasarjana UIN Mataram. Dari keseluruhan mahasiswa baru tersebut, terdapat empat mahasiswa asing asal Sudan Afrika. Kehadiran mahasiswa internasional ini turut memberi warna pada atmosfer akademik Pascasarjana sekaligus menunjukkan semakin terbukanya ruang internasionalisasi pendidikan di UIN Mataram.

Untuk OAM berlangsung sejak pagi dan dihadiri Rektor UIN Mataram Prof. Dr. TGH. Masnun, M.Ag., Wakil Rektor II Prof. Dr. H. Muhamad Saleh, MA., Wakil Rektor III Prof. Dr. H. Jumarim, M.H.I., Direktur Pascasarjana, Wakil Direktur Pascasarjana, para Ketua dan Sekretaris Program Studi, tenaga kependidikan, serta seluruh mahasiswa baru program magister dan doktor. Sesuai rundown, kegiatan OAM dilaksanakan pada Selasa, 1 September 2026 di Auditorium Kampus 2 UIN Mataram.

Kesempatan itu, Rektor UIN Mataram Prof. Dr. H. Masnun, M.Ag. dalam arahan sekaligus keynote speech menegaskan bahwa UIN Mataram terus melakukan transformasi dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi. Dengan pengembangan fskultas seperti membuka fakul Kedokteran dan fakultas lainnya kedepan.

” Dalam konteks perkuliahan transformasi ini juga menuntut mahasiswa untuk tidak hanya mengikuti proses pembelajaran secara formal, tetapi juga membangun budaya akademik dan riset sejak awal memasuki perguruan tinggi. Rektor secara khusus mengingatkan mahasiswa magister dan doktor agar persiapan tesis dan disertasi dilakukan sejak awal masa studi. Mahasiswa tidak seharusnya menunggu seluruh mata kuliah selesai untuk mulai memikirkan penelitian,” jelas Rektor UIN Mataram.

Mahasiswa sejak semester awal, perlu mulai mengidentifikasi bidang kajian yang diminati, membaca berbagai literatur yang relevan, menemukan persoalan akademik, serta membangun kerangka penelitian yang nantinya dapat dikembangkan menjadi tesis maupun disertasi. Karena itu, mahasiswa juga didorong membangun koleksi dan tradisi membaca buku yang mengarah kepada bidang penelitian masing-masing.

” Literatur yang dibaca selama masa perkuliahan hendaknya tidak berhenti sebagai pemenuhan tugas mata kuliah, tetapi secara sistematis diarahkan untuk memperkuat basis teoretis dan konseptual penelitian,” tegas Rektor.

Rektor mengaitkan proses pendidikan tersebut dengan prinsip ḥifẓ al-‘aql, yakni pemeliharaan dan pengembangan akal. Perguruan tinggi, terutama pada jenjang pascasarjana, harus menjadi ruang tempat kemampuan intelektual diasah, dikembangkan, dan diarahkan untuk menghasilkan pengetahuan yang memberikan kemaslahatan. Karena orientasi yang diikuti mahasiswa adalah orientasi akademik, Rektor meminta mahasiswa benar-benar membangun identitas sebagai insan akademik. Salah satu bentuknya adalah aktif mengikuti berbagai kegiatan ilmiah, termasuk seminar, diskusi akademik, konferensi nasional maupun internasional, serta berbagai forum ilmiah lainnya.

Baca Juga :  OKP NTB Bersepakat Jaga Pilkada Damai di Hari Sumpah Pemuda

” Mahasiswa juga harus aktif mencari berbagai peluang beasiswa pendidikan dan pengembangan akademik. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya menunggu peluang, tetapi memiliki inisiatif untuk mencari dan memanfaatkan berbagai sumber daya yang tersedia bagi peningkatan kapasitas akademiknya. Di sela-sela arahannya, Rektor juga menyampaikan pesan motivatif dengan ungkapan “ATM: Allah Tempat Minta”, sebagai pengingat bahwa ikhtiar akademik yang sungguh-sungguh harus berjalan beriringan dengan doa dan ketergantungan kepada Allah Swt,” jelas Prof. TGH. Masnun.

Mahasiswa juga diingatkan kembali rektor bahwa prinsip “Bidāyatuka nihāyatuka”, bahwa kualitas sebuah permulaan akan memberikan pengaruh terhadap proses dan hasil akhir perjalanan seseorang.

” In dakhalat ṭayyiban, kharajat ṭayyiban” — jika masuk dengan baik, maka diharapkan keluar dengan baik pula. Dengan semangat tersebut, mahasiswa baru diharapkan memasuki Pascasarjana dengan niat yang baik, menjalani proses dengan sungguh-sungguh, dan pada akhirnya menyelesaikan pendidikan dengan prestasi serta karya akademik yang berkualitas,” pungkas Guru Nun, sapaan akrab TGH. Masnun.

Direktur Pascasarjana UIN Mataram dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru. Ia menegaskan bahwa OAM merupakan momentum yang ditunggu karena menandai dimulainya perjalanan akademik mahasiswa pada jenjang pendidikan pascasarjana. Direktur juga menyambut wajah-wajah baru mahasiswa dengan optimisme, terlebih tahun akademik ini juga beriringan dengan dinamika dan perpindahan kampus Pascasarjana. Menurutnya, kehadiran mahasiswa baru dengan wajah yang berseri-seri menggambarkan semangat untuk memasuki lingkungan dan tradisi akademik yang baru.

Direktur menekankan bahwa keputusan menempuh pendidikan pascasarjana memiliki karakter yang berbeda dengan pendidikan pada jenjang sebelumnya. Memasuki program magister maupun doktor pada dasarnya merupakan pilihan akademik yang dilakukan secara sadar, bukan karena paksaan.

” Karena itu, pilihan tersebut harus diikuti dengan komitmen, kedisiplinan, dan kesungguhan dalam menjalani seluruh proses pendidikan,” ungkapnya.

Wakil Rektor II UIN Mataram Prof. Dr. H. Muhamad Saleh, MA. memberikan motivasi kepada mahasiswa baru agar memasuki masa perkuliahan dengan energi dan kesiapan baru. Menurutnya, ketika seseorang memulai perkuliahan pada jenjang yang lebih tinggi, harus muncul energi baru yang disertai kesiapan matang, baik dari aspek akademik maupun nonakademik. Kesiapan tersebut penting karena studi pascasarjana membutuhkan komitmen, manajemen waktu, kemandirian, dan konsistensi.

Baca Juga :  Danlanal Mataram Peduli Pondok Pesantren

” Kepada para Mahasiswa diharapkan sejak awal memiliki orientasi yang jelas untuk menyelesaikan studi tepat waktu. Selama menjalani perkuliahan, mahasiswa juga perlu terus melakukan pengayaan keilmuan dan tidak membatasi aktivitas akademiknya hanya pada materi yang diperoleh di ruang kelas. Menurutnya, realitas sosial di sekitar mahasiswa sesungguhnya menyediakan begitu banyak persoalan yang dapat dikembangkan menjadi objek penelitian. Kemampuan membaca persoalan secara kritis kemudian mengonstruksinya menjadi penelitian ilmiah merupakan bagian penting dari proses pendidikan pascasarjana,” katanya.

Menurut Wakil Rektor II, dapat dimaknai sebagai langkah pertama untuk menempuh seribu langkah perjalanan akademik ke depan. Karena itu, langkah pertama tersebut harus dibangun dengan perencanaan dan kesiapan yang baik agar perjalanan studi dapat diselesaikan secara optimal.

Untuk diketahu, satu agenda penting dalam OAM tahun ini adalah panel mengenai tiga kebijakan strategis universitas, yaitu Kebijakan Akademik Universitas, Kebijakan Administrasi Keuangan, serta Kebijakan Kemahasiswaan dan Kerja Sama. Berdasarkan rundown, ketiga materi tersebut dijadwalkan dalam satu sesi panel pukul 09.00–10.00 WITA. Sebagai narasumber pada sesi ini Prof. Dr. H. Muhamad Saleh, MA., Wakil Rektor II dan Prof. Dr. H. Jumarim, M.H.I., Wakil Rektor III UIN Mataram.

Sesi panel ini dipandu oleh Dr. Lalu Muhammad Nurul Wathoni sebagai moderator. Melalui tiga perspektif tersebut, mahasiswa baru memperoleh pemahaman bahwa keberhasilan pendidikan pascasarjana bukan hanya ditentukan oleh proses pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga oleh pemahaman terhadap sistem akademik, ketertiban administratif, kemampuan mengembangkan diri, dan keterlibatan dalam jejaring akademik yang lebih luas.

OAM dilanjutkan dengan materi Kepascasarjanaan Horizon Ilmu (Konsep dan Integrasi Keilmuan di Pascasarjana UIN Mataram) serta Sistem Penulisan Karya Ilmiah Mahasiswa Pascasarjana. Kedua materi tersebut masing-masing disampaikan oleh Prof. Dr. H. Subhan Abdullah Acim, M.A., Direktur Pascasarjana, dan Prof. Dr. H. Saparudin, M.Ag., Wakil Direktur Pascasarjana, dengan moderator Dr. Abdullah Fuadi, M.A.

Materi ini menjadi bagian penting dalam memberikan fondasi intelektual kepada mahasiswa baru. Mahasiswa magister dan doktor dituntut tidak hanya mampu memahami pengetahuan, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, integratif, serta menghasilkan karya ilmiah yang memenuhi standar akademik. Pengenalan terhadap sistem penulisan karya ilmiah sejak awal juga diharapkan membantu mahasiswa membangun strategi penyelesaian studi, khususnya dalam mempersiapkan proposal penelitian, tesis, disertasi, dan publikasi ilmiah.

Baca Juga :  Kades Seminar Salit, TNI adalah Keluarga Kami, UsaiTMMD ke 108

Dari aspek teknis penyelenggaraan pendidikan juga menjadi perhatian dalam OAM. Mahasiswa diperkenalkan dengan SIAKAD dan pelayanan akademik oleh Lalu Junaidi Ahmad, M.Sos. Sementara itu, materi Kepustakaan Pascasarjana UIN Mataram disampaikan oleh Dr. Fadrik Adi Fachruddin, M.Pd., Kepala Perpustakaan UIN Mataram. Sesi ini dipandu oleh Dr. H. Abdul Azis, M.Pd.I. sebagai moderator.

Pengenalan layanan akademik dan kepustakaan memiliki posisi strategis karena mahasiswa pascasarjana membutuhkan dukungan sistem informasi serta sumber-sumber literatur yang memadai. Terlebih, mahasiswa sejak awal telah diarahkan untuk membangun tradisi riset dan mempersiapkan tesis maupun disertasi.

Setelah seluruh rangkaian materi tingkat universitas dan Pascasarjana, mahasiswa baru mengikuti sesi Ke-PRODI-anyang dilaksanakan bersama Ketua dan Sekretaris Program Studi masing-masing.

Sesi ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat karakteristik program studi, kurikulum, proses pembelajaran, tenaga pengajar, ketentuan akademik, arah penelitian, serta berbagai aspek teknis yang akan mereka hadapi selama menjalani pendidikan.

OAM juga dirancang bukan sekadar sebagai kegiatan satu arah. Peserta diwajibkan mencatat dan mereviu materi yang disampaikan serta mempersiapkan pertanyaan untuk narasumber. Format kegiatan secara eksplisit dirancang dalam bentuk ceramah dan dialog, sehingga mahasiswa didorong menjadi peserta aktif sejak hari pertama memasuki lingkungan Pascasarjana.

Penyelenggaraan OAM Tahun Akademik 2026/2027 menjadi penanda dimulainya perjalanan akademik 196 mahasiswa baru Pascasarjana UIN Mataram. Orientasi ini sekaligus menjadi ruang untuk membangun kesadaran bahwa pendidikan pada jenjang magister dan doktor membutuhkan kesiapan intelektual, kemandirian, integritas akademik, budaya riset, kemampuan berkolaborasi, serta konsistensi dalam menyelesaikan studi.

Pesan “Bidāyatuka nihāyatuka” yang mengemuka dalam kegiatan OAM menjadi spirit penting bagi mahasiswa baru: awal yang dipersiapkan dengan baik diharapkan mengantarkan pada proses dan hasil yang baik pula. Dengan bekal orientasi akademik tersebut, mahasiswa baru Pascasarjana UIN Mataram TA 2026/2027 diharapkan tidak hanya mampu menyelesaikan pendidikan tepat waktu, tetapi juga menghasilkan tesis, disertasi, publikasi, dan karya akademik yang memiliki kebaruan, relevansi, serta kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.

Orientasi ini pada akhirnya menjadi langkah pertama dari seribu langkah perjalanan akademik—sebuah perjalanan menuju terbentuknya magister dan doktor yang berintegritas, produktif dalam riset, luas dalam jejaring, dan mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan UIN Mataram, bangsa, serta peradaban.

 

guest

0 Komentar
terbaru
terlama terbanyak disukai