Dana Untuk Pengoperasian Air Mancur Alun – alun Tastura Belum Jelas

AmpenanNews.com – Dana pengoperasian untuk mengaktifkan kembali Air mancur yang bisa menari (Dancing Fountain) di taman Alun – alun Tastura, kota praya, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), sampai saat ini belum jelas.

Dengan kondisi air mancur yang saat ini sudah berlumut, dan bahkan ada yang sudah berkarat. Tentu akan menghabiskan biaya perbaikan yang sangat banyak. Dengan seperti itu, pancuran air yang bisa menari dan bernyanyi itu dapat dinikmati kembali.

Kabid Pengembangan Kawasan Permukiman, Dinas Perumahan, Kawasan dan Permukiman (Perkim) Lombok Tengah Baiq Citra Dewi Widyantari, yang dihubungi AmpenanNews.com via whatsapp masih belum bisa menyebutkan angka kisaran jumlah anggaran perbaikan air mancur tersebut.

Akan tetapi, ia menyebutkan untuk dapat mengaktifkan air mancur tersebut, pihaknya hanya membutuhkan dana pembayaran listrik saja. Selebihnya melalui dana pemeliharaan, sebab belum ada anggaran khusus untuk pengoperasian air yang bisa menari itu.

“Jadi secara kisaran, kami belum bisa memberikan angka,” Katanya.

“Kalau anggaran rutin, hanya biaya listrik saja yang ada mas. Selebihnya untuk pemeliharan, belum ada anggaran khusus,” lanjutnya.

Menurut Widya sapaanya, dancing fountain itu tidak memiliki kendala atau masalah sedikitpun. Hanya saja tidak dapat dinyalakan akibat faktor non alam alias pandemi Covid-19, takutnya dapat mengundang kerumunan masyarakat jika dihidupkan.

“Tidak ada kendala apapun, hanya kondisi pandemi yang menghalangi kita untuk mengoperasionalkan dancing fountain (air mancur menari) tersebut,” jelasnya.

Lebih jauh, Widya juga menyebutkan bahwa, dengan keberadaan air mancur di taman Alun – alun Tastura itu, mengakibatkan banyak masyarakat yang berkerumunan. Sehingga, pihaknya mengambil sikap untuk tidak menyalakan sementara supaya tidak ada penularan Covid-19 disana.

Tak bisa dinafikkan memang, sebelum tidak diaktifkan. Air mancur itu merupakan salah satu ikon berswafoto bagi para pengunjung taman Alun – alun Tastura, terlebih pada waktu sore hari hingga malam.

“Seperti yang kita ketahui bersama, selama kurleb 2 tahun belakangan karena pandemi, tidak boleh ada kerumunan, dan selama ini ketika air mancur dioperasionalkan selalu mengundang perhatian masyarakat luas (Kerumunan),” sebutnya.

Sebab, yang datang hanya untuk melihat keindahan pancuran air menari itu bukan hanya saja masyarakat Kabupaten Lombok Tengah, melainkan tidak sedikit juga yang dari Kabupaten lain di NTB.

“Tidak hanya dari masyarakat setempat (Loteng red), namun juga banyak dari luar Kabupaten Lombok Tengah,” ujarnya.

Kemudian Widya juga mengatakan, pihaknya belum lama ini telah melakukan koordinasi dengan ketua satuan tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Lombok Tengah untuk dapat mengaktifkan kembali air mancur itu.

Namun, masa pengoperasiannya akan dibatasi hanya dapat dinyalakan sekali dalam sepekan saja. Akan tetapi, ketika kondisi pandemi sudah mulai normal kembali, akan diusahakan dapat digunakan seperti biasa.

“Beberapa waktu lalu, kami sudah berkomunikasi dengan ketua satgas covid dan ada sinyal positif kami diberi rekomendasi untuk mulai mengoperasionalkan lagi dancing fountain itu sekali seminggu sambil melihat perkembangan,” pungkasnya. (di)

 

Tags
guest

0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Baca Juga :

Close
Close