Gabungan Aktivis Lombok Tengah Menggelar Aksi Bela Amaq Sinta

AmpenanNews.com – Gabungan aktivis yang tergabung dari sejumlah organisasi Kemasyarakatan, Pemuda, dan Mahasiswa bersatu untuk melakukan aksi pembelaan kepada Amaq Sinta (32), di depan Polres Lombok Tengah (Loteng), Rabo (13/04/22) hari ini.

Pada mana saat ini, Amaq Sinta telah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan kasus pembunuhan dua dari empat orang yang terduga sebagai pelaku pembunuhan begal di jalan Desa Ganti, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) pada Minggu (10/04/22) kemarin.

Emosi para aktivis itu terpicu saat Amaq Santi ini resmi dinyatakan sebagai Tersangka oleh jajaran Satreskrim Polres Loteng pada Selasa (12/04/22) kemarin. Selain itu, tidak sedikit juga yang menduga bahwa proses penanganan kasus tersebut cendrung terburu-buru tanpa melihat aspek lainnya, dan tidak berkeadilan.

“Innalillahiwaiinalholarijun, yang telah meninggal dunia yakni nurani para penaggak hukum, yang telah meninggal dunia rasa kemanusiaan penegak hukum,” Ungkap Ketua KNPI Lombok Tengah Bung Roket, dalam orasinya di depa kantor Polres Loteng.

Menurut Bung Roket, Amaq Santi merupakan salah satu dari sekian banyak orang yang menerima dampak ketidakadilan. Yang tidak rasional baginya, Amaq Santi saat itu dalam kondisi membela diri dan harta yang hendak diambil pembegal.

“Amaq santi merupakan salah satu pahlawan yang telah membela dirinya saat dalam kondisi bahaya, jadi sangat aneh jika dijadikan tersangka,” Ucapnya.

Kemudian, ia juga meminta kepada Presiden Joko Widodo dan para petinggi aparat penegak hukum (APH) lainnya untuk mempertimbangkan lebih jauh dulu kasus tersebut. Bagi Roket, kasus ini merupakan sebuah gambaran potret hukum di indonesia.

“Kami meminta kepada Presiden Republik Indonesia, dan aparat penegak hukum lainnya untuk menimbang dulu hal ini, agar tidak berdampak buruk bagi hukum di Indonesia,” Ujarnya.

Tempat yang sama, Sekjend Alarm NTB Bung Pertir sapaannya juga mengatakan, ketika melihat keadilan di Lombok Tengah terus menerus seperti ini, maka ia meminta kepada Kapolri untuk mencopot kapolres Loteng dari jabatannya, karena diduga tidak adil dalam menjalankan hukum.

“saya meminta kepada kapolri untuk mencopot Kapolres Lombok Tengah yang telah melakukan kesalahan dalam penegalkan hukum,” ujar Petir.

Berbeda dengan Bajang Tony, seorang pria yang dikenal sebagai penggiat sosial ini menilai bahwa sistem penegakakan hukum yang ada di Lombok Tengah ini patut untuk dipertanyakan. Baginya, proses penyelidikan yang dilakukan di Polres Loteng ini tergantung porsi dan hitunganya.

Bahkan, Bajang Tony juga menyebutkan sejumlah kasus yang sampai hari ini pelakunya tidak diketahui siapa orangnya.

“Sudah empat kasus pembuangan bayi di Lombok Tengah ini, namun sampai sekarang belum ada yang dijadikan sebagai tersangka,” kata Bajang Tony.

Tidak hanya itu, Bajang Tony juga Polres Loteng dianggap tidak punya prestasi dalam penegakan hukum di Lombok Tengah. Hal itu ia ungkapkan dikarekanakn banyak aduan masyarakat yang hanya sebagai tumpukan kertas di kantor kepolisian, namun ketika kasus yang berbalik dengan fakta sangat cepat sekali.

“Banyak sekali kasus yang sudah berada dipenanganan aparat tapi sampai saat ini tidak ada satupun yang berhasil diselsaikan, akan tetapi ketika ada kasus semacam ini kok cepat sekali,” Heran Bajang Tony.

Kemudian, Kapolres Lombok Tengah AKBP Hery Indra Cahyanto, SIK yang menemui masa aksi menyampaikan, pihaknya akan berusaha untuk melakukan penanganan yang terbaik dalam kasus tersebut. Bahkan, ia berjanji untuk melakukan penangguhan kepada Amaq Sinta selama deadline waktu 1 kali 24 jam.

Hal itu diutarakan Kapolres dalam bentuk kecintaanya kepada masyarakat Kabupaten Lombok Tengah, ia juga berjanji akan tetap menegakkan keadilan di Gumi Tatas Tuhu Trasni ini.

“Saya bukan orang Lombok Tengah, akan tetapi saya cinta Lombok Tengah. Sehingga saya berjanji akan memberikan yang terbaik dalam hal ini,” kata Kapolres Singkat.(di)

 

Tags
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Baca Juga :

Close
Close