Warga dan Kades Ancam Boikot Proyek Baypas BIL-Mandalika.

Ampenannews. Sejumlah Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), mendatangi kantor PT. Adhi Kayra yang berada di Sukadana, Kecamatan Pujut, Loteng, Rabo (02/02/22).

Dari enam Kepala Desa itu yakni Kades Sukadana, kades Mertak, Kades Ketara, Kades Pengengat, Kades Sengkol, dan Kades Bangket Parak. Kedatangan para kepala desa itu membahas beberapa hal demi kelancaran dari proyek pembangunan Bypass BIL-Mandalika. Yang mana saat ini sudah masuk kontrak kedua dari pembangunan tersebut. Oleh karena itu, sejumlah Kepala Desa itu meminta kepada pihak PT untuk menyelsaikan permasalahan yang saat ini belum diselesaikan oleh pihak perusahaan.

Keenam kades itu juga membahas bahwa adanya uang penyertaan modal dalam penimbunan Baypass BIL Mandalika yang dilakukan oleh masyarakat dengan nilai 860.240.719 yang hanya telah dibayarkan senilai 150.000.000 saja oleh pihak PT, dimana pada akhir pengerjaan proyek tahun 2021 harusnya sudah terbayarkan lunas. Namun, nyatanya sampai dengan di bulan Februari tahun 2022 ini masih menyisakan piutang pembayaran proyek tersebut senilai, 710.240.719.

Kades Sukadana, Syukur menyatakan proyek pengerjaan Baypass BiL Mandalika menuju Songgong yang dikerjakan oleh PT. Adhi Metro yang tanpa adanya pemberitahuan ke Kepala Desa area proyek merupakan hal yang keliru, mengingat saat adanya polemik demikian di tingkat bawah maka pihaknyalah yang ditekan dan dituntut masyarakat untuk dapat menjadi garda terdepan dalam penyelesaian persoalan yang terjadi.

“Saat kehilangan bunga 2 pohon saja, sampai dipanggil Bupati, namun saat penanaman warga kami tidak pernah dilibatkan, saat ada masalah malah kami yang harus mati-matian di barisan depan, ” ungkapnya.

Ia pun minta kepada pihak PT Adhi Metro untuk dapat segera menuntaskan soal piutang proyek yang belum terbayarkan kepada pihak rekanan yang merupakan masyarakatnya tersebut.

Mengingat hal ini dapat menjadi potensi persoalan serius di tingkat bawah yang akan mengganggu pelaksanaan proyek yang sedang berlangsung.

“Kami akan berikan waktu 2 minggu kedepan, apabila tidak demikian maka kami tidak bertanggung jawab terhadap apa yang akan terjadi di wilayah Desa kami masing-masing kemudian` Saya bersama warga bahkan sanggup blokade proyek dan jalan apabila hal ini tidak diindahkan, ” Tegasnya.

Sementara Pihak PT Adhi Metro, melalui Humasnya, Ery menjelaskan, dimana proyek yang sedang berjalan dengan waktu singkat ditargetkan selesai dan hijau di bulan Februari tahun ini.

Mengingat sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo saat meninjau di Baypass lalu harus segera dibtuntaskan dan dihijaukan sepanjang Baypass BIL-Mandalika.

Kemudian, soal adanya pembayaran yang belum selesai dilakukan pada proyek penimbunan Jalan Bypass dan taman pembatas jalan yang diklaim masyarakat atau rekanan pemodal ia menyatakan hal itu sudah selesai dibayar oleh pihak PT dan sudah diserahkan kepada Ada sekop kontraktor PT,BMU untuk diteruskan pembayaran ke rekanan pemodal proyek. Sehingga hal tersebut sudah bukan urusannya lagi soal pembayaran

“Namun kami akan berusaha menuntaskan persoalan ini dengan memanggil PT, BMU selaku Subkon, dan akan duduk bersama membahas hal ini, mengingat PT Tersebut sedang mengerjakan proyek di Pulau Jawa untuk saat ini, ” Ungkapnya.

Pihaknya memiliki bukti pembayaran pelunasan soal penimbunan yang di kalaim belum di tuntaskan tersebut, mengingat apabila saat ini akan kembali membayar ke rekanan. Ia menyatakan diri tidak akan mampu dan berani, mengingat keuangan dari BUMN itu semua harus tertib administrasi dan harus sesuai prosedur.

“sebenarnya kami sudah membayar penuh kepada pihak BMU, artinya saat ini urusan BMU dengan masyarakat, karena kami di Adhi karya sudah membayar penuh kepada BMU,” tutupnya.

 

Tags
guest

0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Baca Juga :

Close
Close