Anews. Bupati Lombok Timur Haerul Warisin meresmikan Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 untuk jenjang PAUD, SD, dan SMP di SD Negeri 1 Lenek Duren, Kecamatan Lenek, Kamis, 29 Januari. Program tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan pendidikan dasar di daerah itu.
Dalam sambutannya, Haerul menyoroti keterbatasan anggaran pemerintah, baik dari APBD maupun APBN, yang membuat keterlibatan pihak ketiga menjadi krusial. Ia menyebut kolaborasi dengan lembaga nonpemerintah seperti Happy Hearts sebagai contoh nyata pentingnya sinergi lintas sektor.
“Pemerintah tidak akan pernah mampu membangun sarana pendidikan sendirian. Jika hanya menunggu APBN dan APBD, sekolah-sekolah tidak akan kunjung terbangun. Sinergi pusat, daerah, dan swasta harus tampil bersama,” kata Haerul.
Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan layanan pendidikan yang lebih baik dan merata. Haerul mencontohkan pengembangan Sekolah Rakyat (SR) yang telah hadir di Lenek Duren dan direncanakan menyusul di Kecamatan Jerowaru. Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan rencana pendirian Sekolah Unggul Garuda.
Menurut Haerul, pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan daerah. Ia menilai pembangunan infrastruktur tidak akan bermakna tanpa penguatan akhlak, moral, dan kapasitas intelektual generasi muda. “Tidak ada gunanya membangun jalan atau sarana fisik yang megah jika anak-anak kita tidak memiliki akhlak, moral, dan ilmu,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengingatkan para kepala sekolah dan aparatur layanan publik agar bekerja sesuai tugas dan fungsi. Ia menyinggung layanan kesehatan yang kerap terhambat persoalan administrasi. “Saya tidak ingin mendengar ada puskesmas atau rumah sakit yang lambat melayani hanya karena urusan BPJS,” kata dia, seraya meminta masyarakat segera mengurus administrasi kependudukan agar akses layanan publik berjalan lancar.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur M. Nurul Wathoni menjelaskan bahwa lahan SD Negeri 1 Lenek Duren merupakan tanah hibah dari kepala sekolah bersama tokoh masyarakat dan pemerintah desa. Ia menegaskan bahwa peningkatan sarana fisik harus sejalan dengan peningkatan prestasi peserta didik.
“Bangunannya sudah bagus dan nyaman. Tidak ada alasan lagi. Jika sarana lengkap tetapi prestasi tidak muncul, maka akan dilakukan evaluasi, termasuk pergeseran kepala sekolah,” ujar Wathoni.
Ia juga mengapresiasi pola pelaksanaan bantuan kementerian yang dilakukan secara swakelola karena dinilai mampu mendorong perputaran ekonomi lokal melalui keterlibatan masyarakat sekitar sekolah.
Ketua Panitia, Nur Hidayati, mengatakan program revitalisasi menyasar 36 sekolah dasar dan 10 sekolah menengah pertama yang tersebar di tujuh kecamatan, dengan Kecamatan Lenek menjadi salah satu wilayah prioritas. Menurut dia, perbaikan fasilitas sekolah tidak hanya berdampak pada proses belajar-mengajar, tetapi juga pada kesejahteraan mental guru dan siswa.
Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Lombok Timur bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Acara tersebut turut dihadiri unsur forkopimcam, perwakilan Happy Hearts Indonesia, pejabat Dinas Pendidikan, tenaga kesehatan, aparat kepolisian, pengawas sekolah, serta tokoh masyarakat setempat.
