Minimnya APAR di Pasar dan Kantor Pemerintah di Sorot Damkarmat
Terjemahan

Anews. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lombok Timur menyoroti minimnya ketersediaan alat pemadam api ringan (APAR) di sejumlah fasilitas umum. Kondisi ini dinilai meningkatkan risiko kebakaran, terutama pada tahap awal yang seharusnya dapat ditangani dengan cepat.

‎Kepala Damkarmat Lombok Timur, Lalu Dami Ahyani, mengatakan bahwa meski Lombok Timur memiliki puluhan pasar, keberadaan APAR masih sangat terbatas. “Padahal APAR sangat ideal untuk menanggulangi kebakaran dalam tiga menit pertama,” ujarnya.

‎Ia mencontohkan kasus kebakaran di Pasar Pringgabaya yang terjadi satu hari lalu, dinilai tidak memiliki sarana proteksi dasar. “Kalau dilihat, pasar tersebut tidak memiliki perlengkapan sederhana seperti APAR,” kata dia.

Menurutnya, keberadaan APAR sangat penting di fasilitas umum dengan aktivitas tinggi seperti pasar. Ia menjelaskan, idealnya setiap 15 meter harus tersedia APAR agar potensi kebakaran awal dapat segera ditangani sebelum meluas.

‎“Begitu muncul api awal, bisa langsung dipadamkan menggunakan APAR sehingga tidak berkembang menjadi kebakaran besar,” ucapnya.

‎Selain pasar, Damkarmat juga menyoroti minimnya ketersediaan APAR di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Padahal, alat pemadam dengan kapasitas 3 kilogram tersebut dinilai penting sebagai langkah antisipasi di lingkungan perkantoran pemerintah.

‎Ia menambahkan, fasilitas milik pemerintah daerah juga banyak yang belum dilengkapi APAR, termasuk di gedung lembaga pendidikan seperti SD dan SMP

Damkarmat Lombok Timur mendorong adanya peningkatan kesadaran dan komitmen dari instansi terkait untuk melengkapi fasilitas umum dengan peralatan keselamatan dasar, guna meminimalkan potensi kerugian akibat kebakaran.

Baca Juga :  Najamudin Mustafa Ungkap Dugaan Kronologi Bagi-bagi Uang Siluman

 

guest

0 Komentar
terbaru
terlama terbanyak disukai
Inline Feedbacks
View all comments