Penyerahan ZIS dari Gaji ke-13 ASN Kabupaten Lombok Timur

AmpenanNews. Pemberian zakat, infaq, dan sadaqah (ZIS) yang berasal dari gaji ke-13 ASN Kabupaten Lombok Timur kepada sejumlah ASN yang termasuk golongan gharimin atau yang memiliki beban hutang, sampai dengan hari ini masih menjadi perbincangan dikalangan masyarakat luas.

Pemberian ZIS kepada ASN tersebut juga sempat menyita perhatian DPR, dan pada hari, Selasa (27/7/2021), Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Lombok Timur dalam hal ini Komisi II sempat memanggil Ketua Baznas Kabupaten Lombok Timur, Direktur Pelaksana Baznas Lotim, Abdul Hayyi, Ketua MUI Lotim sekaligus selaku Dewah Syariah Baznas untuk dimintai Klarifikasi atas pemberian ZIS kepada ASN yang diduga sedang terlilit hutang tersebut.

Dalam Rapat Kerja atau kegiatan klarifikasi DPR kepada Baznas Kabupaten Lombok Timur tersebut berlangsung digedung DPR dan di hadiri langsung oleh Wakil Ketua DPRD M. Badran Achsyid, ketua Komisi II, Ir. Baidillah, M.AB beserta Anggota.

Rapat meminta kejelasan Baznas Lombok Timur terkait polemik yang saat ini ramai di bicarakan ditengah masyarakat tersebut di pimpin langsung oleh TGH. Lalu Wildan Dzikrullah, MA.,

Dalam kata pembukaannya Ia menyampaikan, untuk di ketahui belakangan ini tengah ramai dibicarakan di tengah masyarakat terkait Baznas Lombok Timur yang menjadikan ASN sebagai penerima zakat dari Golongan Gharimin, masyarakat banyak menilai kendati ASN tersebut masuk dalam golongan Gharimin atau orang yang terlilit hutang dalam delapan asnaf penerima zakat, namun perlu di telusuri lebih jauh kenapa ASN tersebut berhutang, padahal mereka setiap bulannya menerima gaji tetap dari negara.

Sementara, Nurhasanah, S. Kep., Anggota Komisi II dalam rapat tersebut juga berkesempatan memberikan tanggapannya, ia menilai sebagai mantan ASN iya melihat banyak ASN yang terlilit hutang karena gaya hidup yang dijalani oleh ASN yang bersangkutan, jika ASN tersebut menjalani gaya hidup yang sederhana sesuai dengan pemasukan yang mereka miliki mungkin hal itu tidak akan terjadi.

“Mungkin disini kesalahannya adalah waktu dan tempat, saya ini mantan ASN jadi yang saya ketahui dengan gaji yang mereka terima saya rasa cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari namun banyak dari teman-teman ASN ini mungkin karena gaya hidup mereka yang tinggi” dugaan pungkasnya.

Sementara itu, Dewah Syariah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lombok Timur, TGH.Ishak Abdul Gani, menyebutkan, semua orang kalau kondisinya vailid baik dia kaya dan sebagainya berhak mendapatkan ZIS, hanya saja secara fsikologis saat ini kalau yang namanya ASN masih dianggap ada dan mampu, sehingga banyak masyarakat yang berteriak.

Lebih lanjut dijelaskan oleh TGH.Ishak Abdul Gani, Kalau secara hak itu siapapun dia, tetapi harus betul-betul kriterianya, harus dilihat dengan sebaik-baiknya. kita dahulukan yang fakir yang miskin yang lebih membutuhkan.

“Jadi yang namanya memberikan zakat itu orang yang berhak lebih didahulukan itu maksudnya dan jangan juga disalah bahasakan ASN boleh atau tidak menerima Zis, jangan. selama dia mengalami kebangkrutan boleh, namun saat ini masih banyak masyarakat yang butuh” singkatnya.

Ditempat terpisah, pada saat media ini mengkonfirmasi beberapa unsur Pimpinan yang ada di Baznas terkait dengan pemberian Zis kepada ASN tersebut, mereka enggan memberikan komentar.

“Kami no comen” ucap singkat salah satu Wakil Ketua IV Badan Amil Zakat Nasional ( Baznas ) Kabupaten Lombok Timur, Ir.H.M.Nazri, melalui pesan singkatnya, Rabu (28/7/2021)

Selain itu, jawaban kata tidak juga sempat disampaikan oleh Nazri, pada saat ditanya kembali oleh media seperti apa pelibatan unsur pimpinan dalam membahasan pemberian ZIS kepada ASN tersebut sebelumnya.

Sementara itu manurut ketua Baznas Lombok Timur, Ismul Basar, pemberian zakat terhadap ASN golongan Gharimin tersebut berawal dari aspirasi PGRI Lombok Timur yang melihat banyaknya Guru dengan golongan rendah di Lombok Timur yang masih minus gajinya yang dilihat belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari dan meminta perhatian Baznas Lombok Timur untuk memberikan perhatian terhadap mereka, hal itu kemudian yang membuat Baznas Lombok Timur membuat langkah-langkah strategis yaitu dengan mengambil gaji ke 13 ASN untuk dapat memenuhi aspirasi dari PGRI Lombok Timur.

“Di tahun 2020 lalu kita menerima aspirasi Guru, bahwasannya banyak dari teman-teman Guru dengan golongan rendah ini menerima gajinya minus, dan dilihat belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, untuk itu kami mengambil langkah strategis dengan mengambilkan gaji ke 13 ASN sekali seumur hidup untuk di berikan ke ASN dari Golongan Gharimin” ungkap Ismul.

Kendati demikian penjelasan dari Ketua Baznas, Ketua Komisi II Ir. Baidillah, M.AB,.tetap menyampaikan bahwa dalam pemberian bantuan harus dilihat juga kondisi sosial yang sedang terjadi saat ini, terutama dimasa covid ini, bukannya pemberian itu diberikan kepada yang bukan tidak layak, namun masih banyak yang lebih membutuhkan, orang miskin yang tidak punya pekerjaan, bahkan harapan untuk hidup tiap bulannya.

Pimpinan Rapat juga meminta kepada Baznas Lotim agar zakat yang diberikan kepada ASN ini tidak dilanjutkan karena hal ini menyebabkan gejolak di tengah masyarakat, ia meminta Baznas untuk dapat memberikan penjelasan kembali kepada Bupati Lombok Timur, H.M Sukiman Azmy, terhadap hasil rapat bersama Komisi II DPRD.

“Zakat ASN kami minta agar tidak dilanjutkan karena ini menyebabkan gejolak di masyarakat kita, saya kira kalau bapak-bapak di Baznas memberikan penjelasan ke Bupati pasti akan mengerti apa yang sekarang terjadi jika zakat untuk ASN ini dilanjutkan, untuk itu kami Komisi II untuk meminta Baznas memberikan hasil dari rapat kita disini ke Bupati” jelas tutup TGH. Lalu Wildan Dzikrullah.

 

Tags
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Baca Juga :

Close
Close