Bantuan Tunai Bagi Lembaga Belum Dicairkan

AmpenanNews. Bantuan tunai bagi lembaga belum dicairkan, hal tersebut disampaikan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Lombok Timur, Inggu Hardi mengakui, terhadap bantuan tunai bagi lembaga TPQ sampai dengan bulan, Juli 2021, belum dapat disalurkan.

Dijelaskan oleh Inggu Hardi, kalau terkait dengan bantuan berupa bahan semen secara menyeluruh telah usai disalurkan oleh Kesra kepada lembaga terkait, sementara bantuan dalam bentuk tunai akan diproses kembali akibat adanya refocusing anggaran.

“Insyaallah, kami targetkan terhadap realisasi bantuan tunai bagi lembaga yang ada di Kab.Lotim akan bisa dicairkan pada bulan Agustu, karena beberapa hari lalu Kasubag telah membawa data Nama-nama lembaga tersebut ke Pak Sekda untuk kemudian ditandatangani” bebernya.

Adapun jumlah lembaga yang telah mengajukan proposal permohonan bantuan ke Bagian Kesra per tanggal 31 Oktober Tahun 2020 lalu tercatat sebanyak 350 lebih lembaga. dari 350 lebih lembaga tersebut telah diverifikasi dan dikatakan layak mendapat bantuan oleh Bagian Kesra.

“350 lebih jumlah lembaga yang mau di eksekusi di tahun 2021” ucap singkat Inggu, pada saat ditemui media ini diruang kerjanya (28/07) lalu.

Sementara itu terkait dengan pemberian insentif bagi guru ngaji yang ada di semua Kecamatan di Kab.Lotim, diakui oleh Inggu, sudah disalurkan 100 %.

“Pemberian insetif guru ngaji ini dicairkan dua kali selama satu tahun ada tahap pertama dan tahap kedua. untuk di tahun 2021 karena refocusing anggaran yang bisa dibayarkan oleh Kesra hanya tahap pertama saja, sedangkan untuk tahap kedua tergantung dari kondisi keuangan Daerah” katanya.

Adapun jumlah guru ngaji yang mendapatkan insetif dari Dana APBD melalui Kesra yaitu, sebayak 1.562 orang guru ngaji dan tersebar di semua kecamatan di Kab.Lotim, dengan masing-masing menerima insentif Rp.250.000 per bulan.

 

Tags
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Baca Juga :

Close
Close