Melalui Halal Bihalal Wujudkan Suasana Harmonis untuk Raih Visi Unram

AmpenanNews. Rektor Universitas Mataram (Unram) Prof. Dr. H. Lalu Husni, SH., M.Hum mengajak civitas akademika untuk menjadikan halal bihalal sebagai momentum untuk saling memaafkan agar terwujud suasana yang harmonis dalam rangka mewujudkan visi Unram sebagai Perguruan Tinggi berbasis riset dan berdaya saing internasional pada tahun 2025.

“Halal bihalal merupakan tradisi Indonesia yang sangat mulia yakni silaturrahmi dan saling memaafkan yang merupakan bagian dari risalah islam dan tidak terbatas pada saat merayakan idul fitri saja,” ucapnya rektor kesembilan Unram ini dalam acara Halal Bi Halal bersama dengan civitas akademika yang digelar secara virtual, pada Senin (17/5/2021),pagi.

Pada kesempatan itu, guru besar di bidang hukum tersebut tidak lupa menyapa dan mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1442 H.

“Minal A’idin Wal Faidzin Wal Maqbulin mohon maaf lahir dan bathin,” ucapnya.

Lebih lanjut Prof. Husni menjelaskan, bahwa dosa seseorang kepada Allah terhapus dengan melaksanakan ibadah puasa Ramadhan, sedangkan dosa kepada sesama manusia terhapus dengan saling memaafkan.

Ia pun mengutip Firman Allah dalam Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 134 yang menyebutkan bahwa salah satu ciri orang yang bertakwa adalah memaafkan kesalahan orang lain.

“Memaafkan kesalahan orang lain yang merupakan manifestasi dari sikap meneladani sifat Allah yang Maha Penerima Taubat, Pemaaf dan Pengampun,” urainya.

Oleh karena itu dengan saling memaafkan dan saling mengeratkan tali silaturahmi antara civitas akademika, Ia optimistis suasana yang harmonis, sinergis dan kondusif akan terwujud.

Sebab suasana kebatinan yang erat satu sama lain akan menambah motivasi, menghilangkan endapan-endapan emosi negatif antar civitas akademika, yang tentu akan menambah etos kerja dalam mewujudkan visi Unram menjadi Perguruan Tinggi berbasis riset dan berdaya saing internasional pada tahun 2025.

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Lalu Wiresapta Karyadi, M.Si dalam tausiyahnya mengatakan, bahwa halal bihalal meski bernuansa tradisi Indonesia, namun secara hakiki sarat dengan nuansa moralitas yang sangat dalam.

“Sehingga menjadi suatu aktivitas yang sangat baik dalam perspektif keislaman kita,” jelasnya.

Silaturahim menurutnya, adalah menyambung ikatan persaudaraan atau kekerabatan yang menjadi suatu keharusan. Menguatkan paparannya, Ia pun mengutip Firman Allah dalam Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 112.

“Kalau kita hayati Firman Allah ini, dimana saja kamu berada niscaya kamu akan mendapat kehinaan,” tekannya.

“Kecuali engkau senantiasa menjalin hubungan dengan Allah atau yang biasa disebut Habblumminallah dan hubungan dengan sesama manusia atau yang biasa disebut Habblumminannas,” sambungnya.

Dijelaskan, habblumminannas ini menjadi rujukan utama perbuatan-perbuatan silaturahim selanjutnya. Ini berarti silaturahim adalah sebuah keniscayaan yang bermuatan moralitas agung.

“Yang bisa mengantarkan kita kepada kemuliaan atas ketakwaan itu sendiri,” pungkasnya.

Tags
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Baca Juga :

Close
Close