Pemuda NTB Gelar Dialog Lintas Agama

AmpenanNews. Mataram – Kegiatan dialog lintas agama diinisiasi oleh beberapa organisasi pemuda lintas agama diantaranya Gerakan Muda Tuan Guru Bajang (Garda TGB), kegiatan ini di inisiasi oleh Peradah NTB, Hikmah Budhi, PMKRI, pemuda Kristen dan dihadiri oleh beberapa tokoh agama dan pemerintahan.

Acara ini diusung dengan tema ‘Membangun Kemajemukan Dengan Nilai-nilai Pluralisme dan Toleransi Multikultural’ dihadiri oleh berbagai pemuda lintas etnis dan agama.

H. Irzani, M.Si selaku pembina dari garda TGB mendesak pemerintah untuk mendukung segala kegiatan pemuda yang berkaitan dengan pemeliharaan toleransi.

“Kegiatan anak-anak muda dalam memelihara kerukunan dan toleransi harus diapresiasi dan didukung penuh oleh pemerintah NTB, harus didukung penuh oleh tetua lintas agama. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar suci masing-masing agama,” tegasnya.

Kesadaran sebagai generasi muda, yang sangat cinta akan keberagaman yang dimiliki dan berusaha terus memupuk nilai-nilai toleransi, ditengah tantangan di dalam berbangsa dan bernegara.

Hal yang terus mencuat isu isu sensitif terkait dengan isu sara, adat, dan tentu ini sangat mengusik ketentraman berbangsa dan bernegara dimana  seperti diketahui, mayarakat berada dalam satu keluarga besar yaitu negara Indonesia yg sama sama berada dalam pondasi besar kita yaitu terkandung dalam nilai-nilai kebhinekaan, pancasila, UUD dan NKRI.

Kita berkomitmen melalui kegiatan sarasehan ini kita tetap jaga tali persaudaraan kita yg dilandasi dengan rasa kebersamaan, kesetaraan, dan kekeluargaan.

“Kerukunan dan keharmonisan antar anak negeri harus terus ditingkatkan dengan harapan, tidak hanya sebatas hubungan formalitas semata yang disusun dengan kata-kata maupun kalimat yang mempesona,” ungkap Ahmad Muslim Selaku Ketua Garda TGB.

Namun lanjut Muslim, sesungguhnya  kerukunan dan keharmonisan itu hendaknya dapat dijadi-kan sebagai sikap bersama dalam hidup bermasyarakat.

Pentingnya menjaga nilai-nilai kerukunan antar umat beragama karena kerukunan adalah kunci dari kesejahteraan. Upaya revitalisasi nilai-nilai keagamaan sebagai bentuk dasar kehidupan berbangsa dan bernegara yang terbingkai dalam empat pilar kebangsaan.

Pancasila sebagai salah satu pilar kebangsaan merupakan karakter jati diri bangsa kita. Unsur dari karakter tersebut sangat vital yang ditunjukkan dengan tata cara penyelesaian masalah dilakukan dengan jalan musyawarah.

Kemajemukan bangsa ditunjukkan melalui nilai-nilai pluralisme sebagai fakta sosial, bukan sebagai gejala sosial. Sebagai bentuk kemajemukan bangsa, dalam konteks nasional ada nilai-nilai persaudaraan yang merupakan tradisi yang mengikat kerukunan antar ummat beragama.

“Tentunya tugas generasi muda sebagai garda terdepan dalam memperkuat dan melakukan aksi-aksi kebersamaan antar ummat beragama yang berkelanjutan. Maka dengan itu kami generasi muda lintas agama dan etnis nantinya melahirkan paguyuban bersama generasi muda lintas agama sebagai rumah bersama dalam menata kemajemukan dengan nilai-nilai  pluralism dan toleransi multicultural,” pungkasnya.

Ia mengucapan terimakasih kepada seluruh stakeholder yang telah mendukung kegiatan kita bersama sampai kegiatan tersebut terlaksana dengan baik,  ia berharap kedepannya melalui kegiatan ini masyarakat tercerahkan bersama bahwasanya semua berada di dalam keluarga besar dan senantiasa saling menjaga kerukunan antar umat, etnis dan lain sebagainya.

Tinggalkan Balasan

Close