Anews. Insiden tumpahan solar di jalur Sebau menuju Pusuk Sembalun, Kecamatan Suela, Kamis, 30 April 2026, tak hanya menyebabkan sebuah truk box tergelincir. Peristiwa ini juga menyingkap persoalan lain: armada tua milik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Lombok Timur.
Regu Piket 3 Jaya dari WMK Pringgabaya dikerahkan untuk menangani tumpahan bahan bakar yang membuat jalan licin. Lima personel berangkat menggunakan satu unit armada setelah menerima laporan dari warga.
“Tumpahan tersebut menyebabkan permukaan jalan licin hingga mengakibatkan satu truk box tergelincir,” demikian keterangan Lalu Dami Ahyani, dalam laporan internal Damkarmat yang dapat dihimpun media ini.
Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 11.15 WITA dan segera melakukan penyemprotan menggunakan campuran air dan deterjen untuk menetralisir solar di badan jalan. Upaya ini penting untuk mencegah kecelakaan lanjutan di jalur yang dikenal rawan tersebut.
Namun di balik penanganan itu, muncul kendala serius. Armada yang digunakan dilaporkan sudah berusia tua dan mengalami kesulitan saat menanjak menuju lokasi kejadian.
Bahkan, setelah proses pembersihan selesai, rem kendaraan dilaporkan sempat panas dan hampir tidak berfungsi. Kondisi ini berpotensi membahayakan keselamatan petugas di lapangan.
Meski menghadapi keterbatasan, petugas berhasil membersihkan tumpahan solar dan memastikan jalur kembali aman dilalui kendaraan. Arus lalu lintas berangsur normal, sementara truk box yang tergelincir telah dievakuasi.
Penanganan berakhir pada pukul 12.30 WITA di bawah komando M. Nursa’ban dan Junaidi.
Peristiwa ini menambah daftar tantangan yang dihadapi Damkarmat Lombok Timur, terutama terkait kelayakan armada operasional. Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai rencana peremajaan kendaraan dinas tersebut dari Pemda Kab Lotim.
