Anews. Pembangunan Masjid Nurul Hadi di Dusun Batu Tameng, Desa Gereneng Timur, Kecamatan Sakra Timur, resmi dimulai pada Senin (7/7), ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin. Acara ini berlangsung khidmat dengan penuh semangat kebersamaan dan gotong-royong.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Gereneng Timur, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga setempat yang menyaksikan langsung momen bersejarah ini. Prosesi peletakan batu pertama diawali dengan doa bersama sebagai ikhtiar untuk kelancaran pembangunan dan kemaslahatan umat.
Dalam sambutannya, Bupati Haerul Warisin mengungkapkan bahwa nama Masjid Nurul Hadi memiliki makna “pandai beriman dan berada dalam kebenaran”. Ia berharap, pembangunan masjid ini menjadi titik awal bagi penguatan keimanan masyarakat serta menjadi pusat kegiatan keagamaan dan pendidikan spiritual.
“Masjid ini bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga wadah untuk membina umat agar tetap berada dalam jalan yang benar dan beriman dengan kokoh,” ujarnya.
Bupati juga menyampaikan bahwa Lombok Timur dikenal sebagai Kabupaten Seribu Masjid, berkat semangat masyarakat yang tinggi dalam membangun rumah ibadah secara mandiri. Ia memberikan apresiasi kepada warga Desa Gereneng Timur atas keberanian dan kekompakan dalam memulai pembangunan masjid yang direncanakan seluas 25×20 meter persegi, dengan anggaran dari dana swadaya masyarakat sebesar Rp 500 juta dari estimasi total biaya Rp 7 miliar.
“Saya sangat mengapresiasi semangat gotong-royong masyarakat. Walaupun dana masih terbatas, kekompakan dan semangat kebersamaan menjadi modal utama,” katanya.
Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya musyawarah dalam setiap tahapan pembangunan serta mengajak masyarakat untuk terus bersinergi, baik dengan memberikan sumbangan dana maupun tenaga.
“Membangun rumah Allah harus dengan niat tulus dan semangat yang tinggi. Sedekah sekecil apa pun akan diganjar berlipat ganda oleh Allah,” tambahnya.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Daerah juga memberikan bantuan berupa 300 sak semen. Diharapkan, Masjid Nurul Hadi ke depan dapat menjadi pusat ibadah sekaligus pusat pemberdayaan umat yang berkontribusi terhadap pembangunan spiritual masyarakat Desa Gereneng Timur.