Rektor UIN Mataram Apresiasi Prestasi Mahasantri dan Tegaskan Komitmen Penguatan Ma'had Al Jami'ah
Terjemahan

Anews. Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, M.Ag., menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas keberhasilan Ma’had Al-Jami’ah UIN Mataram meraih dua prestasi pada Musabaqah Ilmiah Ma’had Al-Jami’ah PTKIN se-Indonesia yang dirangkaikan dengan Musyawarah Nasional (Munas) XIII Mudir Ma’had Al-Jami’ah PTKIN di Palangka Raya.

Untuk dua prestasi tersebut masing-masing diraih oleh Taqwa Hikmatullah yang berhasil menjadi Juara I Tahfidzul Qur’an 10 Juz dan M. Rudi yang meraih Juara III Tilawatil Qur’an. Capaian ini dinilai menjadi bukti nyata bahwa pembinaan keagamaan, pengembangan potensi, dan penguatan karakter yang dilakukan Ma’had Al-Jami’ah UIN Mataram mampu melahirkan mahasantri yang berprestasi dan kompetitif di tingkat nasional.

“ Alhamdulillah, kami menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas prestasi yang diraih mahasantri Ma’had Al-Jami’ah UIN Mataram. Ini bukan hanya kemenangan individu, tetapi juga menjadi kebanggaan institusi sekaligus bukti bahwa proses pembinaan di Ma’had telah memberikan hasil yang membanggakan,” ujar Prof. Masnun.

Prestasi tersebut, lanjut Rektor, harus dipandang sebagai bagian dari proses pembinaan yang lebih besar. Ma’had Al-Jami’ah tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan kemampuan keagamaan mahasiswa, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membangun karakter, kedisiplinan, akhlak, kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta kemampuan mahasiswa dalam mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan keilmuan akademik. Ia juga menyambut positif penegasan Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Amin Suyitno, M.Ag., bahwa Ma’had Al-Jami’ah merupakan salah satu unsur penting dalam penguatan ekosistem PTKIN dan program makhadisasi menjadi salah satu prioritas Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.

Baca Juga :  Wisuda Ke-52 UIN Mataram Tahun 2025: Alumni Siap Mengabdi untuk Umat dan Bangsa

“  Penegasan bahwa Ma’had merupakan salah satu rukun penting PTKIN harus menjadi energi baru bagi seluruh pengelola Ma’had untuk terus melakukan pembenahan dan inovasi. UIN Mataram tentu berkomitmen untuk terus memperkuat Ma’had Al-Jami’ah, baik dari sisi kelembagaan, pembinaan, sumber daya manusia, maupun program-program pengembangan mahasantri,” Tegas Guru Nun, sapaan akrab Rektor UIn Mataram Prof. Dr. TGH Masnun Tahir, M.Ag.

Guru Nun menilai tiga mandat utama Ma’had yang disampaikan Dirjen Pendis, yakni pemberantasan buta aksara Al-Qur’an, penguatan kajian kitab kuning, dan integrasi ilmu, memiliki relevansi yang sangat kuat dengan visi UIN Mataram dalam membangun lulusan yang memiliki kedalaman spiritual, keluasan intelektual, dan kematangan karakter. Begitu juga dengan penguatan Ma’had harus ditempatkan sebagai investasi strategis dalam pembangunan sumber daya manusia PTKIN. Mahasiswa tidak cukup hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga perlu memiliki fondasi keagamaan, akhlak, kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an, serta wawasan keislaman yang kuat.

Baca Juga :  TAFE Tertarik Kerjasama Dengan NTB

“ Yang kita bangun bukan hanya mahasiswa yang pintar secara akademik, tetapi mahasiswa yang memiliki integritas, akhlak, kemampuan keagamaan, dan wawasan keilmuan yang luas. Di sinilah posisi strategis Ma’had Al-Jami’ah,” jelasnya.

Dalam hal ini, Guru Nun juga memberikan apresiasi kepada Direktur Ma’had Al-Jami’ah UIN Mataram, Prof. Dr. H. M. Zaidi Abdad, M.Ag., beserta seluruh jajaran pembina, musyrif dan musyrifah, serta tim Ma’had yang selama ini secara konsisten melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap mahasantri. Capaian Taqwa Hikmatullah dan M. Rudi harus menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan secara berkelanjutan, sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi mahasantri untuk mengembangkan potensi dan berkompetisi pada tingkat nasional maupun internasional.

“ Kita berharap prestasi ini tidak berhenti pada dua penghargaan. Jadikan ini sebagai momentum untuk melahirkan lebih banyak lagi mahasantri berprestasi. Kalau pembinaannya dilakukan secara sistematis, terarah, dan berkelanjutan, saya yakin Ma’had UIN Mataram mampu menjadi salah satu pusat pembinaan mahasiswa yang unggul di lingkungan PTKIN,” harapnya.

Baca Juga :  "Wujudkan SDM yang Unggul" Tema Rakernis SDM 2020 Dibuka Kapolda NTB

Guru Nun menambahkan bahwa keberhasilan Ma’had juga harus diikuti dengan penguatan ekosistem pembinaan yang melibatkan fakultas, program studi, organisasi mahasiswa, dan berbagai mitra strategis. Dengan demikian, Ma’had tidak berdiri sebagai unit yang terpisah, tetapi menjadi bagian integral dari proses pendidikan dan pembentukan karakter mahasiswa UIN Mataram.

“ Ma’had harus menjadi rumah pembentukan karakter dan keilmuan mahasiswa. Kita ingin lulusan UIN Mataram tidak hanya unggul dalam kompetensi akademik, tetapi juga Qur’ani, berakhlak, moderat, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Apresiasi tersebut sekaligus menegaskan komitmen UIN Mataram untuk menjadikan penguatan Ma’had Al-Jami’ah sebagai bagian penting dari strategi peningkatan mutu pendidikan dan pembentukan lulusan unggul, sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Agama dalam memperkuat program makhadisasi di lingkungan PTKIN.

Narasi ini sengaja menempatkan pernyataan Rektor sebagai penguat utama berita, sehingga prestasi dua mahasantri tidak hanya menjadi berita kemenangan, tetapi juga terhubung dengan kebijakan makhadisasi, visi kelembagaan, pembentukan karakter, dan arah pengembangan UIN Mataram.

Sumber: Humas UINMataram.ac.id.

 

guest

0 Komentar
terbaru
terlama terbanyak disukai