Rektor UIN Mataram: Penguatan STEM Jadi Kunci Daya Saing Generasi Muda di Era Ekonomi Digital ASEAN
Terjemahan

Anews. UIN Mataram menggelar Focus Group Discussion (FGD) pembentukan STEM Education Research Center yang berlangsung pada Rabu senja. Kegiatan strategis ini dipimpin langsung oleh Rektor UIN Mataram, Prof Dr. H. Masnun Tahir, serta dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan universitas, mulai dari para Wakil Rektor, Kepala Biro, para Dekan dan Direktur, Ketua Lembaga, pimpinan unit kerja, hingga kepala laboratorium dan koordinator di lingkungan kampus. Kamis, 26/02/2026.

Prof. Dr. H. Arskal Salim, GP, M.Ag, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa penguatan pendidikan berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, dan Mathematics) merupakan kebutuhan mendesak dalam menjawab tantangan global, revolusi industri, serta dinamika transformasi digital. Ia mendorong UIN Mataram untuk mengambil peran strategis sebagai pelopor integrasi sains modern dengan nilai-nilai keislaman yang berorientasi pada etika, kemanusiaan, dan keberlanjutan peradaban.

Baca Juga :  Webinar Saintek Sebagai Rangkaian Dies Natalis ke 59

“Perguruan tinggi keagamaan memiliki keunggulan moral dan spiritual yang dapat menjadi fondasi pengembangan STEM yang beretika. Integrasi ini akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan kesadaran keagamaan yang kuat,” tegasnya.

Rektor dalam arahannya menekankan bahwa pembentukan STEM Education Research Center merupakan langkah akseleratif dalam memperkuat posisi UIN Mataram sebagai kampus Islam unggulan yang progresif dan berdaya saing global. Menurutnya, pusat riset ini akan menjadi ruang kolaborasi lintas disiplin yang mengintegrasikan riset, pengembangan kurikulum, inovasi pembelajaran, serta pengabdian kepada masyarakat dalam satu ekosistem akademik yang berkelanjutan.

Secara konseptual, STEM Education Research Center UIN Mataram dirancang sebagai pusat integrasi Science, Technology, Engineering, dan Mathematics dalam kerangka pendidikan abad ke-21. Pusat ini akan mendorong lahirnya model pembelajaran kreatif berbasis problem solving, peningkatan publikasi ilmiah bereputasi, penguatan kemitraan dengan dunia industri dan lembaga riset, serta penyelenggaraan pelatihan bagi dosen, guru, dan mahasiswa agar adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.

Baca Juga :  Rektor Universitas Mataram Melepas Ribuan Mahasiswa KKN Tematik

Diskusi yang berlangsung dinamis tersebut juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dan kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat. Pendekatan ini diyakini mampu mempercepat lahirnya inovasi pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta memperkuat daya saing lulusan di tingkat nasional dan global.

Lebih dari sekadar penguatan sains dan teknologi, STEM Education Research Center UIN Mataram diarahkan untuk menjadi pusat pembelajaran yang menanamkan nilai etika, spiritualitas, dan tanggung jawab sosial. Integrasi antara sains dan nilai-nilai keislaman diharapkan melahirkan generasi intelektual yang unggul, berintegritas, serta memiliki komitmen terhadap pembangunan peradaban yang berkelanjutan.

Melalui FGD ini, UIN Mataram menegaskan langkah strategisnya dalam melakukan transformasi akademik yang berorientasi masa depan, sekaligus memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang berpijak pada nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan. Langkah ini menjadi fondasi penting menuju terwujudnya kampus berkelas dunia yang tidak hanya unggul dalam inovasi, tetapi juga dalam nilai dan peradaban. (pr).

Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
terbaru
terlama terbanyak disukai
Inline Feedbacks
View all comments