Bupati Lotim Rencanakan Pembelian Alat Berat dari Dana BTT
Terjemahan

Anews. Bupati Kabupaten Lombok Timur H. Haerul Warisin berencana menggunakan Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk pengadaan sejumlah sarana dan prasarana pendukung, termasuk kendaraan angkutan dan alat berat. Rencana tersebut disiapkan sebagai langkah antisipasi apabila alokasi dana BTT tidak sepenuhnya terserap untuk penanganan bencana.

‎Warisin menjelaskan, dana BTT sejatinya disiapkan untuk kebutuhan darurat, terutama penanganan bencana alam. Pemerintah daerah, kata dia, tetap berharap agar bencana di Lombok Timur tidak terus bertambah. Namun, apabila intensitas bencana rendah dan masih terdapat sisa dana, pemerintah akan mengalihkannya melalui mekanisme perubahan anggaran.

“Kita harus tetap berdoa supaya bencana di daerah ini tidak terus bertambah. Kita punya dana BTT untuk menangani bencana-bencana yang ada, dan kita berdoa semoga bencana kita di daerah sedikit,” kata Warisin, saat diwawancarai media usai sidak di Dinas PUPR Lotim. Slasa 20 Januari 2026

‎Menurut dia, jika dana BTT tidak seluruhnya terpakai, maka pada perubahan anggaran akan digunakan untuk membeli sarana pendukung kerja pemerintah daerah. Sejumlah kebutuhan yang direncanakan antara lain kendaraan angkutan operasional, alat berat seperti stom, ekskavator, hingga mesin pemasak aspal.

‎“Saya mau beli  mobil untuk angkutan-angkutan yang dibutuhkan. Saya mau beli stom, saya mau beli ekskavator, saya mau beli pemasak aspal, dan lain-lainnya,” ujar Warisin.

‎Ia menegaskan, pengadaan alat berat tersebut ditujukan untuk memperkuat fungsi Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Timur. Dengan ketersediaan peralatan, UPT diharapkan mampu menangani berbagai pekerjaan infrastruktur.

“Itu Tujuannya agar UPT – UPT itu berfungsi semuanya dan bisa mengerjakan apa pun di situ,” katanya.

‎Warisin menyebutkan, total dana BTT yang tersedia saat ini mencapai lebih dari Rp.10 miliar. Ia kembali menekankan bahwa penggunaan dana tersebut tetap mengacu pada kondisi darurat di lapangan.

“Kalau bencana kita berkurang, berarti uangnya tidak semuanya terpakai,” singkatnya.

Baca Juga :  DPD LASQI Nusantara Jaya Lotim, Didorong Hadirkan Qasidah yang Inovatif dan Relevan

 

Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
terbaru
terlama terbanyak disukai
Inline Feedbacks
View all comments