Anews. Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin melakukan inspeksi mendadak ke dua unit pelayanan teknis, yakni Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) serta UPT Peralatan dan Laboratorium Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Selasa, 20 Januari. Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendukung layanan langsung kepada masyarakat.
Di UPT Peralatan dan Laboratorium Dinas PUPR, Haerul Warisin menyoroti kondisi sejumlah alat berat yang dinilai tidak layak pakai. Beberapa peralatan perbaikan jalan, termasuk mesin stum dan kendaraan operasional, terlihat dalam kondisi rusak berat dan tidak berfungsi.
Bupati meminta pengelola UPT segera melakukan analisis teknis dan perhitungan biaya terhadap seluruh aset tersebut.
“Saya minta dilakukan analisa mendalam. Mana alat yang masih bisa diperbaiki, berapa biayanya, segera usulkan. Jika biaya perbaikannya rasional, kita perbaiki segera. Namun, jika sudah rusak total dan tidak mungkin diperbaiki, saya minta dihapus,” kata Haerul Warisin.
Menurut dia, keberadaan alat rusak yang dibiarkan menumpuk hanya akan membebani pengelolaan aset daerah dan menghambat kinerja unit teknis. Ia menegaskan area UPT tidak boleh dipenuhi barang mangkrak yang tidak memberi manfaat.
Selain itu, Haerul Warisin menyampaikan rencana penambahan armada baru untuk menutup kekurangan peralatan kerja. Dengan dukungan alat yang memadai, UPT diharapkan mampu bergerak cepat melakukan pemeliharaan rutin infrastruktur jalan.
“Target kita, jika ada kerusakan jalan skala kecil, misalnya 10 sampai 25 meter yang sangat mengganggu warga, tidak perlu menunggu proyek besar atau pihak ketiga. UPT harus bisa kerjakan sendiri karena alat dan stoknya tersedia,” ujarnya.
Sementara itu, saat sidak di Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Bupati menekankan pentingnya peran petugas damkar sebagai garda terdepan pelayanan darurat masyarakat. Ia mengingatkan bahwa tugas damkar tidak hanya terbatas pada penanganan kebakaran.
Haerul Warisin mendorong agar petugas lebih aktif mensosialisasikan layanan penyelamatan atau rescue kepada masyarakat.
“Banyak masyarakat belum tahu harus ke mana meminta tolong saat ada gangguan seperti ular atau tawon di rumah. Saya minta setiap aksi pertolongan itu dipublikasikan atau di-viral-kan,” kata dia.
Menurut Bupati, publikasi tersebut penting agar masyarakat mengetahui bahwa layanan penyelamatan merupakan bagian dari tugas resmi Damkarmat dan dapat diakses kapan saja dalam kondisi darurat.
Ia menegaskan sidak tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan aparatur. “Sidak hari ini agar semua aparatur paham tugas pokok dan fungsinya, tahu bagaimana cara melayani masyarakat secara maksimal. Semua aset harus berfungsi, dan semua personel harus responsif,” ujarnya.
Rencana sidak ini sebelumnya telah disampaikan Haerul Warisin dalam rapat koordinasi pekan lalu. Ia ingin memastikan seluruh perangkat daerah bekerja sesuai tugas dan fungsi, serta pelayanan publik berjalan efektif dan tepat sasaran.
