Upakare Pandiq Pusake Lombok Suku Sasak 9 Muharram 1444 Hijriyah
Terjemahan

AmpenanNews. Upakare (upacara) pandiq (Memandikan) pusake (Pusaka) Pulau Lombok Suku Sasak, selain sebagai acara ritual dalam menjaga merawat pusaka warisan nenek moyang, juga untuk memperkuat nilai nilai kearifan lokal.

Masyarakat Pulau Lombok yang kaya akan adat dan tradisi, terutama ritual ritual yang penuh dengan makna filosofis sebagai wadah pituah para sesepuh adat Sasak.

Galih Sasak, merupakan salah satu wadah untuk menyatukan berbagai macam adat dan tradisi yang ada selalu dijaga Pembawa Amanah atau biasa disebut Pemban oleh Dr. H. L. Sajim Sastrawan, SH.,MH., berada di Desa Gerung, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat.

Pada tanggal 9 Muharram 1444 Hijriyah bertepatan dengan tanggal 6 Agustus 2022, menyelenggarakan Upakare Pandiq Pusake merupakan salah satu ritual yang biasa dilaksanakan oleh para nenek moyang terdahulu.

Baca Juga :  Pemkab Lotim Berharap LASQI Dapat Memotivasi Anak Muda dalam Seni Bernuansa Islami

” kita ini memberikan pencerahan kepada masyarakat, agar bisa menghargai nilai nilai budaya yang ada bahwa pusaka bukan hanya memiliki akan tetapi harus memeliharanya juga karena dalam benda baik Keris, Pedang maupun Tombak memiliki Tuah yang harus diberikan perawatan khusus seperti yang kami laksanakan saat ini,” jelasnya.

Miq Sajim, panggilan akrabnya, juga menyampaikan bahwa benda benda ini hasil seni yang memiliki cipta, rasa dan karsa manusia sasak, dimana nilai seni tersebut harus dihargai oleh para penerus pemegang pusaka agar mereka selalu menjaga dengan baik agar kelak juga bisa dilihat oleh anak cucu mereka kelak.

Hadir dalam acara tersebut Drs. H.L. Azhar, H.L. Srinate, H.L.Wiratmaje, (Miq Ngoh), dan H. L. Supardan, Mantan Sekda Loteng, serta para tokoh dan budayawan sasak seluruh lombok dengan membawa pusaka masing masing.

Baca Juga :  13 Kali Guncangan Gempa, Harap Tenang Dan Waspada

Upakare itu dimulai sejak pukul 15.30 wita kemudian ritual utama dalam memandikan pusaka pada malam harinya dengan iringan tembang yang sakral ditengah lampu tradisional pula.

Sebelum acara inti dimulai dilakukan Dzikir dan Do’a serta Whirid Thorikat Naqsabandiy yang dipimpin langsung oleh Lalu Abdurrahiem alias Mamiq Jagat.

Pada saat acara berlangsung H. Safwan salah satu Dalang Sasak Bersama Mamiq Jagat sebagai penerjemah dalam bahasa nasional ia salah satu Ketua Bidang Ritual dan Tradisi di Majelis Adat Sasak (MAS) tembang sasak yang berisikan pituah sebagai berikut;

Kumambang

Subahnale….
Nandang sakit leq dalem tian gumi
Tindok oleng bae mesaq²
Subahnale…
Dimin tebilin semeton jari
Wah sepi suwung bae pangeran leq atas luang

Baca Juga :  Sinergitas TNI, Polri, Pemda dan Segenap Komponen Masyarakat NTB Wujudkan Stabilitas Keamanan Wilayah

Subhnale….
Aduh idiq jati mule sepi mimit
Ndeq naraq bae tau saq liwat
Subahnale….
Wah nyawen t lebih siq ne aseq
Saq kangen jasad leq dalem luang

Subahnale…..
Jati mule dalem kubur bae sepi mimit
Wah jelo lan malem ndeq ne pegat
Subahnale….
Dateng nyesel t siq beleq gati
Saq ndeq mele gaweq amal siq onyaq

Subahnalee…..
Peteng dindeng bae gumi balit
Wah pancing pegat bae leq segare
Subahnale….
Cobaq indeng bae uni t ngaji
Wah sepalahne pedas gamaq Allah ta’ale.

Sebelum acara inti dimulai dirangkum dalam video berikut ini

 


Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments