Rugi Puluhan Juta, Tiket MotoGP yang Dibeli Ternyata Palsu

AmpenanNews.com – Rugi puluhan juta, penjualan tiket nonton MotoGP di Sirkuit Mandalika nyatanya tidak mulus-mulus saja. Nyatanya masih ada beberapa oknum yang menjual selembaran tiket bodong (Palsu) melalui jalur online.

Terbukti dari pengakuan Adam dan Teguh Pria asal luar daerah yang ditemui di Praya, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Rabo (16/03/22). Mengaku rugi hingga puluhan juta setelah membeli tiket melalui salah satu platform di medsos.

Diketahui bahwa, MotoGp di Sirkuit Mandalika dijawalkan akan mulai tanggal 18-20 maret mendatang. Sehingga, pihak dari panitia atau Mandalika Grand Prix Association (MGPA) mengarahkan kepada seluruh penonton yang sudah membeli tiket untuk menukar tiketnya dengan gelang terlebih dahulu.

Kemudian dengan adanya penukaran tiket kepada panitia itu, dari sanalah banyak yang mengetahui bahwa tiket nonton event internasional itu dapat dipalsukan.

Adam, Pria asal jakarta saat itu mengaku telah membeli tiket MotoGp sebanyak 21 tiket pada salah satu orang yang mengatakan diri sebagai penjual dari kota mataram.

“Saya beli dari orang dari lombok, semuanya 50 juataan itu kemarin,” ungkap Adam.

Adam juga mengatakan bahwa, ia mulai mengetahui bahwa tiket yang ia beli adalah palsu semenjak ia menyuruh temannya mengecek sebuah barkot yang dibeli. Setlah dicek, ternyata barkot yang ia bawa selama ini ternyata tidak bisa dipakai.

“Saya tadi pagi suruh temen saya cek di tempat penukaran tiket, dan ternyata setelah dicek tiketnya ndak bisa diapakai,” unjar Adam.

Nyatanya tidak hanya Adam saja yang tertipu, Teguh pria asal jakarta yang ditemui wartawan juga senasib dengan Adam. Ia mengaku membeli tiket untuk hari ketiga pada zona biru total sebelas tiket dengan harga RP.19, 910,000. Yang mana teguh membeli pada hari sabtu, 12 maret 2022 lalu.

“Saya juga begitu bang (tertipu), pas saya cek ternyata beli di tempat yang sama,” ungkapnya.

Ia memang sejak awal sempat curiga setelah menerima email dari yang bersangkutan. Dalam email yang dikirim itu tidak ada nama dalam e-voucher tiketnya.

“Biasanya yang namanya e-voucher tiket itu ada nama, ada zona, dan ada keterangan. Nah, disitu saya curiga kok ndak ada semuanya disana,” Ucapnya.

Namun setelah itu, untuk memastikan tiket yang dikirimkan oleh yang bersangkutan itu. Ia berniat untuk memastikan ke stand penukaran di eks bandara selaparang, mataram.

“Pas saya cek ternyata tiket itu tidak bisa dipakai sampai saat ini. Dan website yang kemarin itu sejak pukul 16:04 tadi sudah tidak bisa diakses,” curahnya.

Sementara, Bima Arioseno, SH, yang mana saat ini sebagai kuasa hukum kedua korban tersebut mengatakan, pihaknya akan melaporoan kasus ini kepada pihak kepolisian agar segera dapat ditangani.

“Kita akan lapor nanti ke Polisi, biar cepat ditangani, jangan sampai ada lagi korban senasib seperti kelien saya,” kata Bimo.

Ia juga berharap kepada pihak kepolisian khusus Kapolda NTB untuk segera mengungkap kasus tersebut. Dimana saat ini kliennya sangat merasa dirugian, selain itu. Bimo juga menyebutkan bahwa, jangan sampai event internasional ini tercoreng dengan adanya kejadian ini.

“Kami berharap sih kapolda NTB harus gerak cepat, jangan sampai MotoGp Mandalika ini tercoreng oleh ulah oknum yang tidak bertanggung jawab seperti ini,” tukasnya.(DI)

 

Tags
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Baca Juga :

Close
Close