Direktur Garis Demokrasi Pertanyakan Jabatan Direktur RSUD Selong

AmpenanNews. Direktur Garis Demokrasi atau Lembaga Advokasi Transparansi dan Demokrasi Kabupaten Lombok Timur, Syawaludin, belakangan ini mulai pertanyakan jabatan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Soedjhono Selong.

Pasalnya jabatan direktur pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Soedjhono Selong tersebut hingga saat ini masih berstatus Pengangkatan Pelaksana Tugas (PLT).

“Saya mempertanyakan kenapa sampai dengan hari ini jabatan Direktur RSUD R Soedjhono Selong itu masih di PLTkan dan di jabat oleh orang itu-itu saja” ucap tegasnya pada media ini di Selong, Selasa (7/9).

Selain itu, Syawaludin, juga sempat mempertanyakan alasan dari Pemerintah Kabupaten Lombok Timur yang tidak melakukan pelelangan terhadap jabatan direktur Rumah Sakit Umum Daerah Raden Soedjhono Selong, tersebut.

“Kenapa Pemerinta daerah tidak berani melakukan pansel dari kemaren? lanjutnya, Saya, punya kecurigaan atau Dugaan atas di ulurnya waktu pansel jabatan direktur ini, tidak lain untuk memuluskan langkah seseorang yang tengah di persiapkan menjadi Dirut pada Rumah Sakit Umum Daerah tersebut,” ucap dugaannya.

Selain persoalan pengangkatan Pelaksana Tugas (PLT) Dirut Rumah Sakit Umum Daerah Raden Soedjhono Selong. Direktur Garis Demokrasi atau Lembaga Advokasi Transparansi dan Demokrasi Kabupaten Lombok Timur, ini juga menyoroti soal penanganan Covid-19 pada rumah sakit tersebut

“Ada apa covid 19 di Kabupaten Lombok Timur yang terus menunjukan peningkatan grafik? Apa karena covid 19 ini diurus oleh orang yang bukan ahlinya,” tanya penasaran dan dugaan Aweng.

Sementara itu pada saat media ini mengkonfirmasi Alasan Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur, belum melakukan pelelangan terhadap jabatan Direktur RSUD Raden Soedjhono Selong ke BKPSDM Lotim, Salmun Rahman, selaku kepala BKPSDM sampai berita ini diterbitkan tidak memberikan tanggapan apapun.

 

Tags
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Baca Juga :

Close
Close