Bang Zulkiflimansyah Menjawab


Ampenan News. Beberapa minggu terakhir banyak sekali kegaduhan di dunia Maya tentang berbagai program pemda NTB…

Menurut kami masih wajar. Kalau tidak ada dinamika, biasanya kita tak akan pernah belajar dan akhirnya bebal utk berubah…

Ada yg mengatakan kami punya program yg tak berpihak pada Pariwisata lagi.
Hal ini di indikasikan dgn anggaran pariwisata yg berkurang…

Padahal memajukan pariwisata itu nggak hrs identik dgn anggaran pariwisata. Membangun dermaga, memperbaiki jalan dan penerangan, mengatasi persoalan sampah dll itu juga ujung2nya Pariwisata juga.

Dari hasil evaluasi kami, adanya Direct Flight dari Perth Australia ke Lombok sudah meningkatkan jumlah wisatawan yg hadir ke tempat hampir 200 persen! Memajukan pariwisata adalah kemestian dan ini prioritas kami no 1. Dan memajukan pariwisata ini nggak harus identik dgn semata jumlah anggaran di dinas pariwisata..

Ada juga pertanyaan ttg Jargon Melanjutkan Ikhtiar TGB tapi kok nggak ada lagi program PIJAR dll?

Melanjutkan PIJAR nggak hrs dgn nama PIJAR lanjutan tapi bisa juga dgn menghadirkan banyak industri pengolahan yg punya nilai tambah lebih…

Program kami menghadirkan industri pengolahan misalnya adl upaya kami secara sadar utk melanjutkan program PIJAR dgn struktur industri yg lebih dalam dalam rangka menaikkan nilai tambah produk2 pertanian dan peternakan kita…

Ada lagi yg mempermasalahkan tentang Pengiriman Mhs ke Korea bahkan mencurigai ini motif utk perdagangan manusia ๐Ÿ™
Padahal ini program sederhana. Yg punya ide memberangkatkan anak2 NTB ke Luar Negeri bukan kami saja. Banyak org2 dan tim lain.

Ini ada ide memberangkatkan lulusan2 D3 keperawatan dan melanjutkan S1 di Chodang University. Ide ini di inisiasi oleh Dr Hamsu dari Fakuktas Kedokteran Unram. Kata beliau kita punya kelebihannperawat dan sambil sekolah anak2 kita bisa bekerja membantu di bidang perawatan dan kesehatan di Korea dgn Gaji yg lumayan.

Menurut Kami program ini bagus dan harus di dukung tapi kami meminta Prof Hamsu utk mengecek kualitas dan Reputasi Chodang University sambil mengirimkan Kadis Kesehatan Kami Dr Eka dan Dirut RSUP DR Fikri utk memastikan bahwa apa yg di janjikan itu benar. Setelah semuanya oke baru berani kita kirimkan anak2 kita ke sana.

Bahwa kemudian ada hal2 yg kenyataannya tidak sesuai dgn yg di janjikan tentu patut di sesali. Kita tinggal perbaiki kalau ada prosedur yg keliru atau ganti tempat studi ke tempat yg sesuai harapan..Tapi yg ada beritanya Anak2 Kita Terlantar di Korea ๐Ÿ™‚

Ada lagi pertanyaan yg sifatnya personal…foto saya dgn sahabat saya Ibu Bupati Bima saat makan bersama dan ramai2 setelah Festival Sangian setahun yg lalu menyebar tinggal foto kami berdua sambil di bumbui bahwa kami kami punya hubungan khusus dan personal ๐Ÿ™‚ ampun deh ๐Ÿ™‚ padahal hubungannkami adalah hubungan persaudaraan secara profesional..ada2 saja ๐Ÿ™‚

Sekarang ada lagi isyu beasiswa pertambangan utk mhs Bima Dompu ke Univ Muhammadiyah Mataram. Padahal itu murni agar anak2 Dompu dan Bima tidak jadi penonton di tempatnya sendiri kalau nanti betul tambang itu beroperasi. Kenapa UMM ya krn kebetulan banyak anak2 Bima dan Dompu di sana dan ada jurusan pertambangannya. Kenapa anak Bima Dompu saja?

Krn sponsornya perusahaan yg ada di Dompu dan Bima maunya anak2 Dompu dan Bima saja. Peningkatan kapasitas ini penting agar anak2 kita punya ilmu dan pendidikan yg cukup agar apapun nanti sikapnya menolak atau menerima tambang kita bersikap krn Ilmu dan pengetahuan. Simple saja.

Saya kadang mikir apa maunya ya bikin banyak kegaduhan? Pilgub masih lama. Pilpres juga masih lama. Pileg juga begitu. Apa mau merusak hubungan kami dgn wagub? Alhamdulillah kami saling percaya dan memutuskan segala sesuatunya dgn terbuka dan saling percaya…

Saya terpaksa hrs nulis sambil santai krn yakin akan semakin banyak lagi pertanyaan2 ke depan. Mudah2an kita tetap tak kehilangan kejernihan dan akal sehat.

Dikutif dari akun resmi Bang Zul Zulkiflimansyah. @L007ยฉ.


guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Baca Juga :

Close