Semen Langka di Lombok Timur, Harga Tiga Roda Tembus Rp.95 Ribu
Terjemahan

Anews. Pasokan semen di sejumlah toko bangunan di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini membuat harga semen di tingkat pedagang ikut melonjak.
‎
‎Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lombok Timur, H. Hadi Fathurrahman, saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telpon, Selasa (29/09/2026) mengatakan kelangkaan semen tersebut tidak hanya terjadi di Lombok Timur, melainkan juga terjadi di sejumlah daerah di NTB hingga tingkat nasional.
‎
“Kami sudah berkoordinasi dengan Pemprov NTB setelah mendapat informasi dari media soal kelangkaan semen tersebut,” kata Hadi.
‎
‎Selain itu Dinas Perdagangan juga melakukan pengecekan ke sejumlah toko semen di Lombok Timur. Dari hasil pemantauan terhadap enam toko, para pedagang mengakui mengalami penurunan pasokan.
‎
‎Dalam kondisi normal, kata Hadi, toko-toko tersebut bisa menerima pasokan sekitar 400 hingga 500 zak semen setiap dua hari. Namun dalam satu pekan terakhir, pasokan yang diterima hanya sekitar 150 zak.
‎
‎”Biasanya per dua hari mereka didistribusikan semen 400 hingga 500 zak. Minggu-minggu ini mereka hanya mendapat pasokan sekitar 150 zak,” ujarnya.
‎
‎Berkurangnya pasokan tersebut berdampak langsung terhadap harga. Semen merek Tiga Roda kini dijual sekitar Rp.95 ribu per zak, sedangkan semen Bosowa mencapai sekitar Rp.70 ribu per zak.
‎
‎Menurut Hadi, kondisi tersebut telah dibahas bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB. Dari hasil koordinasi, kelangkaan semen disebut berkaitan dengan terbatasnya pasokan batu bara yang digunakan sebagai bahan bakar dalam proses produksi.
‎
‎Keterbatasan bahan bakar itu membuat produksi di sejumlah pabrik semen menurun. Dampaknya, distribusi semen ke sejumlah daerah ikut terganggu.
‎
‎Khusus di Lombok Timur, pedagang juga menyebut adanya keterlambatan pengiriman semen dari Surabaya sebagai salah satu faktor yang membuat stok di toko berkurang.
‎
‎Mengenai kenaikan harga, Hadi menyebutnya sebagai konsekuensi dari berkurangnya pasokan di pasar.
‎
‎”Terkait terjadinya lonjakan harga semen hingga tembus Rp.70 ribu untuk merk Boswa  bahkan Rp.90 ribu untuk merk tiga roda, itu murni merupakan hukum pasar,” kata dia.
‎
‎Meski stok di sejumlah toko masih terbatas, Dinas Perdagangan Lombok Timur mendapat informasi terbaru bahwa pasokan semen di Pelabuhan Lembar terpantau normal.
‎
‎Hadi mengatakan informasi tersebut diperoleh dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB. Pasokan semen yang masuk melalui Pelabuhan Lembar selanjutnya akan didistribusikan ke toko-toko di seluruh NTB.
‎
‎”Informasi terakhir yang kami peroleh, pasokan semen di Pelabuhan Lembar sudah normal. Semen tersebut akan didistribusikan ke seluruh toko semen yang ada di NTB secara normal,” ujarnya.
‎
‎Pemerintah daerah berharap normalisasi distribusi tersebut segera berdampak pada ketersediaan semen di Lombok Timur dan mendorong harga kembali stabil.

Baca Juga :  Lagi Asyik Karaoke Di Senggigi, DPO Di Bekuk

‎Kendati demikian sampai berita ini diterbitkan belum ada penjelasan resmi dari pemerintah daerah terhadap dampak kelangkaan semen pada proyek proyek pemerintah yang di biayai dari APBD dan APBN yang tengah berjalan saat ini.

 

guest

0 Komentar
terbaru
terlama terbanyak disukai