Anews. Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mulai mengoptimalkan pemanfaatan bangunan Pusat Informasi Geopark Rinjani yang sebelumnya sempat mengalami ketidakjelasan fungsi. Peresmian operasional fasilitas tersebut dilakukan di Sembalun pada Sabtu malam, 2 Mei, oleh Lalu Muhammad Iqbal.
Sekretaris Daerah Lombok Timur, Muhammad Juaini Taofik, mengatakan bangunan tersebut merupakan aset pemerintah daerah yang sempat hampir diratakan karena dinilai belum memberikan manfaat pasca pembangunannya.
“Alhamdulillah, sekarang bisa dimanfaatkan sebagai pusat informasi,” ujarnya dalam sambutan.
Ia menjelaskan, proses panjang hingga berfungsinya kembali bangunan tersebut tidak terlepas dari dukungan pemerintah provinsi serta keberhasilan Geopark Rinjani memperoleh pengakuan internasional. Menurut dia, momentum ini menjadi awal penguatan peran geopark sebagai pusat edukasi dan pengembangan pariwisata.
Juaini juga menyampaikan apresiasi kepada gubernur atas kontribusinya dalam mendorong pengakuan geopark di tingkat global. Ia optimistis kepemimpinan General Manager baru, Qwadru Putro Wicaksono, mampu membawa semangat baru dalam pengelolaan kawasan.
Lebih jauh, ia menyoroti pengembangan sektor pariwisata Lombok Timur yang mengacu pada konsep 3A aksesibilitas, amenitas, dan atraksi. Dari ketiga aspek tersebut, atraksi dinilai masih menjadi pekerjaan rumah.
“Kita berharap program dari dinas pariwisata bisa memperbanyak atraksi, khususnya di Sembalun dan desa wisata lainnya,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal mengapresiasi rampungnya pembangunan pusat informasi yang juga menjadi bagian dari situs pascagempa 2018. Ia mengakui proyek tersebut sempat terhenti, namun dapat dilanjutkan berkat kerja sama berbagai pihak.
Iqbal juga mengungkapkan bahwa UNESCO kembali memberikan status “Green Card” kepada Geopark Rinjani dalam sidang revalidasi internasional di Paris, Prancis. Status tersebut memastikan kawasan itu tetap menjadi bagian dari jaringan geopark dunia.
Meski demikian, UNESCO memberikan lima rekomendasi yang harus dituntaskan dalam empat tahun ke depan hingga revalidasi berikutnya pada 2029. Rekomendasi tersebut mencakup peningkatan visibilitas geosite melalui integrasi informasi, penguatan infrastruktur pariwisata berkelanjutan, pemberdayaan perempuan dalam konservasi, pengembangan fasilitas edukasi, serta pengelolaan pariwisata berkelanjutan di kawasan Kepulauan Gili.
Iqbal menekankan pentingnya pengelolaan data dan informasi di pusat informasi geopark. Ia menyebut perlunya petugas khusus yang siaga mengintegrasikan berbagai informasi terkait kawasan.
Di tengah keterbatasan fiskal, ia mengajak seluruh pihak untuk tetap berinovasi. Pemerintah provinsi, kata dia, berkomitmen meningkatkan dukungan anggaran agar pengelolaan geopark lebih optimal.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian Gunung Rinjani sebagai bagian utama geopark. Menurutnya, keberhasilan geopark bergantung pada keseimbangan tiga pilar, yakni pelestarian geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya, yang harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat lokal.
Dengan diresmikannya pusat informasi tersebut, kawasan Geopark Rinjani diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai sarana edukasi, tetapi juga menjadi penggerak pengembangan pariwisata berkelanjutan di Lombok Timur.
