Kepala Pasar di Lotim Minta Anggaran Perawatan Dihidupkan Kembali
Terjemahan

Anews. Kepala pasar di Kabupaten Lombok Timur berharap pemerintah daerah melalui Dinas Perdagangan kembali mengalokasikan anggaran khusus untuk perawatan pasar setiap tahun. Permintaan ini muncul seiring memburuknya kondisi sejumlah bangunan dan fasilitas pasar.

Kepala Pasar Pancor, Rudi Wahyudi, mengatakan banyak bangunan pasar saat ini sudah termakan usia. Sejumlah fasilitas mengalami kerusakan serius dan tidak kunjung diperbaiki.

“Jika dilihat dari kondisi bangunan pasar yang ada saat ini, banyak yang sudah rusak dan lapuk. Salah satu contoh di Pasar Selong, plafon bangunan banyak yang rusak dan berjatuhan, sementara anggaran perbaikan minim sejak 2025 hingga 2026,” ujarnya.

‎Selain kerusakan struktural, kondisi estetika pasar juga dinilai memprihatinkan. Cat bangunan tampak usang dan sejumlah sudut pasar dipenuhi jaring laba-laba. Hal ini dinilai dapat mengurangi kenyamanan pedagang maupun pengunjung.

‎Sebelumnya, pada 2024, Dinas Perdagangan Kabupaten Lombok Timur sempat mengalokasikan anggaran pemeliharaan untuk 20 pasar. Namun, pada 2026, anggaran tersebut tidak lagi tersedia.

‎Padahal, menurut Rudi, pada tahun-tahun sebelumnya biaya rehabilitasi dan pemeliharaan pasar telah disiapkan sebesar 3 persen dari pendapatan asli daerah (PAD) yang bersumber dari pasar. Skema tersebut dinilai cukup membantu menjaga kondisi fasilitas pasar tetap layak.

‎“Anggaran perawatan sebesar 3 persen dari PAD pasar sangat kami harapkan bisa dianggarkan kembali, terutama dalam kerangka pemerintahan SMART,” kata dia.

Para pengelola pasar berharap perhatian pemerintah daerah dapat segera diberikan agar aktivitas ekonomi di pasar tradisional tetap berjalan dengan nyaman dan aman.

Baca Juga :  Perslotim mengawali Liga lll Asprov PSSI NTB Regional Pulau Lombok

 

guest

0 Komentar
terbaru
terlama terbanyak disukai
Inline Feedbacks
View all comments