Anews. Sayembara Desain Gedung Serbaguna Kabupaten Lombok Timur Tahun 2026 memasuki tahapan akhir. Lima finalis terbaik mempresentasikan rancangan mereka di hadapan dewan juri dalam kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati Lombok Timur, Rabu (10/6).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati H. Haerul Warisin didampingi Sekretaris Daerah Lombok Timur H. Muhammad Juaini Taofik.
Dalam sambutannya, Haerul Warisin menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, arsitek, dan dewan juri yang telah terlibat dalam proses sayembara. Menurutnya, pembangunan gedung serbaguna menjadi kebutuhan mendesak seiring meningkatnya aktivitas sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat.
Ia menjelaskan, Lombok Timur saat ini masih mengandalkan Gedung Wanita yang dibangun sekitar tiga dekade lalu dan belum mendapatkan rehabilitasi maupun pengembangan yang memadai. Karena itu, pemerintah daerah berencana menghadirkan gedung serbaguna baru yang tidak hanya megah dan fungsional, tetapi juga mampu merepresentasikan identitas budaya daerah.
“Desain yang terpilih nantinya diharapkan menjadi ikon baru Kabupaten Lombok Timur sekaligus mencerminkan jati diri daerah,” ujar Haerul Warisin.
Menurutnya, konsep bangunan harus mampu mengangkat nilai-nilai budaya lokal sebagaimana ciri khas yang telah diterapkan pada Kantor Bupati Lombok Timur. Ia menegaskan bahwa pembangunan di Lombok Timur saat ini terus bergerak, baik di kawasan perkotaan maupun wilayah perdesaan yang memiliki potensi besar di sektor pariwisata.
“Transformasi pembangunan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan di seluruh wilayah Lombok Timur,” katanya.
Sementara itu, Ketua Ikatan Arsitek Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat, Lalu Agus Supriadi, mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Lombok Timur yang telah menginisiasi sayembara tersebut. Menurutnya, kegiatan itu menjadi ruang bagi para arsitek untuk berkontribusi secara nyata dalam pembangunan daerah.
“Antusiasme peserta sangat luar biasa. Sebanyak 320 peserta mendaftarkan diri dan 117 peserta mengirimkan karya yang berasal dari 15 provinsi di Indonesia. Ini menjadikan sayembara ini sebagai salah satu sayembara arsitektur terbesar dalam skala nasional,” ujarnya.
Ia menilai tingginya partisipasi peserta menunjukkan bahwa Lombok Timur memiliki daya tarik tersendiri di kalangan arsitek Indonesia. Hasil sayembara diharapkan mampu melahirkan karya yang menjadi ikon baru di Gumi Patuh Karya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata daerah.
Berdasarkan perencanaan awal, gedung serbaguna tersebut akan memiliki kapasitas sekitar 2.000 orang dan dilengkapi kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.
Pada kesempatan yang sama, pemrakarsa sayembara, Ahmad Dewanto Hadi, menjelaskan bahwa proses sayembara telah melalui tahapan panjang mulai dari penyusunan studi kelayakan hingga penilaian desain.
“Insyaallah sore hari ini dewan juri akan menetapkan peringkat dari lima kandidat terbaik untuk menentukan juara pertama, kedua, dan ketiga. Selanjutnya Bapak Bupati selaku juri agung akan memperoleh kesempatan memilih rancangan terbaik yang telah dipresentasikan oleh para finalis,” katanya.
Rancangan yang terpilih nantinya akan ditindaklanjuti melalui penyusunan Detail Engineering Design (DED). Pemerintah menargetkan proses groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan fisik dapat dilaksanakan pada akhir Oktober atau awal November 2026.
Setelah sayembara selesai, pemerintah daerah akan melaksanakan lelang konsultan perencana untuk menyusun desain teknis secara detail. Finalis yang karyanya terpilih juga direncanakan dilibatkan sebagai penasihat desain agar gagasan awal tetap terjaga hingga tahap pembangunan.
Gedung serbaguna tersebut merupakan bagian dari visi pembangunan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dalam menghadirkan fasilitas Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE) berskala besar. Selain menjadi pusat kegiatan masyarakat, fasilitas ini diharapkan dapat menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengelolaan profesional oleh unit khusus yang akan berkantor di kawasan gedung.
Lima finalis yang berhasil lolos ke tahap akhir berasal dari Jakarta, Jakarta Timur, Palembang, Jawa Tengah, dan Surabaya. Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berharap hasil sayembara ini dapat melahirkan bangunan ikonik yang menjadi simbol kemajuan daerah sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat Lombok Timur.
