Anews. Universitas Islam Negeri Mataram memasuki babak penting dalam perjalanan internasionalisasi dengan menerima kunjungan tim asesor ACQUIN (Accreditation, Certification and Quality Assurance Institute) asal Jerman dalam rangka proses asesmen akreditasi internasional. Kunjungan ini menjadi momentum strategis bagi UIN Mataram untuk menunjukkan komitmennya dalam membangun tata kelola perguruan tinggi yang berkualitas, transparan, inovatif, dan berdaya saing global.
Tim asesor disambut langsung oleh Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, M.Ag., didampingi jajaran pimpinan universitas, wakil rektor, kepala biro, dekan, direktur, ketua lembaga, tim penjaminan mutu, serta sivitas akademika. Penyambutan berlangsung hangat dan dilanjutkan dengan pemaparan profil universitas yang menampilkan capaian strategis UIN Mataram dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, tata kelola kelembagaan, internasionalisasi, hingga komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan
Rektor UIN Mataram dalam sambutannya menegaskan bahwa proses akreditasi internasional bukan sekadar upaya memperoleh pengakuan dari lembaga luar negeri, tetapi merupakan bagian dari transformasi menyeluruh untuk memperkuat budaya mutu di setiap lini penyelenggaraan pendidikan tinggi.
“ Akreditasi internasional merupakan cerminan komitmen kami dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan. Proses ini menjadi ruang evaluasi, pembelajaran, dan penyempurnaan agar UIN Mataram mampu sejajar dengan perguruan tinggi bereputasi dunia tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kearifan lokal,” ujarnya.
Ditegaskan pula Rektor, bahwa selama proses asesmen, tim asesor ACQUIN melakukan serangkaian agenda yang meliputi evaluasi dokumen Self-Assessment Report (SAR), dialog bersama pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, alumni, tenaga kependidikan, serta mitra pengguna lulusan. Tim juga meninjau berbagai fasilitas akademik, laboratorium, perpustakaan, pusat layanan mahasiswa, sistem pembelajaran digital, hingga implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang telah diterapkan di lingkungan UIN Mataram.
Tak hanya melakukan penilaian administratif dan akademik, tim asesor juga mengamati secara langsung budaya akademik yang berkembang di UIN Mataram. Interaksi yang terbuka antara pimpinan, dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan menjadi salah satu gambaran komitmen universitas dalam membangun tata kelola yang partisipatif, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas secara berkelanjutan.
Dengan kehadiran tim ACQUIN menjadi penanda semakin terbukanya peluang UIN Mataram untuk memperoleh pengakuan internasional atas kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi. Lebih dari itu, proses ini diharapkan mampu memperluas kolaborasi akademik lintas negara, meningkatkan mobilitas dosen dan mahasiswa, memperkuat kepercayaan mitra internasional, serta mengangkat reputasi UIN Mataram sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul, inovatif, dan berdaya saing di tingkat dunia.
Sumber ;: Humas UIN Mataram.ac.id.
