UIN Mataram Matangkan Persiapan Akreditasi Internasional Acquin menuju World Class University
Terjemahan

Anews. Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram semakin serius mempercepat transformasi menuju World-Class University dengan mematangkan berbagai aspek strategis dalam menghadapi Akreditasi Internasional ACQUIN. Persiapan tidak hanya difokuskan pada dokumen akreditasi, tetapi mencakup penguatan kurikulum, pembelajaran, riset, pengabdian kepada masyarakat, layanan mahasiswa, sistem data, sumber daya manusia, penjaminan mutu, dan tata kelola universitas. Konsolidasi persiapan dilaksanakan di Aula Gedung Rektorat UIN Mataram dan melibatkan seluruh unsur strategis universitas. Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., menegaskan bahwa akreditasi internasional harus menjadi instrumen transformasi institusi, bukan sekadar tujuan administratif.

Rektor UIN Mataram Menjelaskan bahwa proses menuju ACQUIN memberikan kesempatan kepada seluruh program studi untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Pertanyaan mendasarnya bukan hanya apakah dokumen tersedia, tetapi apakah kurikulum telah relevan, riset menghasilkan dampak, lulusan memiliki kompetensi, mahasiswa mendapatkan pelayanan berkualitas, dan tata kelola telah berjalan efektif.

Baca Juga :  Ketua LASQI NTB Ajak Masyarakat Lestarikan Seni dan Budaya

“ ACQUIN tidak menuntut kita sempurna besok. Yang dibutuhkan adalah kesungguhan dan sistem yang memastikan kita terus melakukan perbaikan,” ujarnya

Prof. Masnun memberikan tiga pesan penting. Pertama, mutu harus menjadi budaya, bukan proyek. Standar kualitas harus hadir setiap hari dalam pembelajaran, penelitian, laboratorium, pelayanan administrasi, pengabdian kepada masyarakat, serta seluruh aktivitas institusi.

“ Dokumen boleh disiapkan untuk ACQUIN, tetapi mutu harus hidup setiap hari. Kalau hanya ‘dandan saat tamu datang’, maka kita akan lelah sendiri,” tegasnya.

Kemudian Kedua, universitas harus membangun tata kelola berbasis bukti. Rektor memperkenalkan prinsip “data adalah bukti, narasi adalah jiwa”. Data tentang prestasi mahasiswa, IPK, publikasi, tracer study, kepuasan mahasiswa, kepuasan pengguna lulusan, penelitian, dan pengabdian harus tersedia secara akurat dan konsisten. Namun, angka tidak boleh berdiri sendiri. UIN Mataram juga harus mampu menunjukkan cerita tentang dampak institusi: bagaimana dosen memberdayakan masyarakat, bagaimana riset memberikan solusi, bagaimana mahasiswa berkembang, dan bagaimana nilai keislaman mewarnai proses pendidikan.

Baca Juga :  Hari Jadi ke 59, Universitas Mataram Miliki 9 Fakultas dengan 63 Prodi

Terakhir, Rektor menekankan kerja tim atau tidak sama sekali. LPM dan Task Force ACQUIN tidak dapat bekerja sendiri. Dekan, Ketua Program Studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, mitra, hingga pengguna lulusan harus terlibat sebagai satu ekosistem.

“Satu prodi tertinggal, maka kita semua tertahan. Karena itu, mari saling menguatkan, bukan saling menyalahkan,” pesannya.

Untuk Transformasi menuju World-Class University juga tidak berarti meninggalkan karakter UIN Mataram. Identitas keislaman, Paradigma Horizon Ilmu, kekayaan lokal, dan keberpihakan kepada masyarakat justru harus menjadi nilai pembeda ketika UIN Mataram memasuki arena pendidikan global. Melalui persiapan ACQUIN, UIN Mataram membangun transformasi dari hulu hingga hilir: dari budaya mutu menuju pengakuan internasional, dari pengakuan internasional menuju reputasi global, dan dari reputasi global menuju kebermanfaatan yang semakin luas bagi masyarakat dan peradaban.

Baca Juga :  Program Strategis Nasional Himmah NWDI Launching Sekolah Islam Washatiyah

Sumber : Humas UINMataram.ac.id.

 

guest

0 Komentar
terbaru
terlama terbanyak disukai