Anews. Agenda Akreditasi Internasional ACQUIN yang kini dipersiapkan UIN Mataram membawa misi lebih besar daripada sekadar mendapatkan pengakuan institusional. Internasionalisasi mutu diarahkan untuk memastikan mahasiswa memperoleh pengalaman pendidikan berkualitas sekaligus memperkuat daya saing lulusan UIN Mataram dalam dunia akademik dan profesional global.
Secara langsung, Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., menegaskan bahwa generasi muda NTB memiliki hak dan peluang yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas internasional. Karena itu, universitas harus berani membawa standar pengelolaan program studi ke level yang lebih tinggi.
“ Kita ingin ijazah anak-anak NTB bisa dibanggakan, tidak hanya di Lombok, tetapi juga di Berlin, Kairo, dan Kuala Lumpur,” tegas Prof. Masnun.
Dalam pernyataan tersebut sekaligus menggambarkan arah besar internasionalisasi UIN Mataram. Pengakuan global harus bermuara pada peningkatan kualitas mahasiswa dan lulusan, mulai dari kompetensi akademik, kemampuan beradaptasi, literasi digital, pengalaman riset, keterampilan komunikasi hingga kesiapan berkolaborasi dalam lingkungan multikultural. Karena itu, kurikulum harus terus dievaluasi agar relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan dunia kerja. Penelitian harus semakin berkualitas dan berdampak. Kolaborasi akademik perlu diperluas, sedangkan layanan mahasiswa dan sistem penjaminan mutu harus semakin responsif terhadap standar pendidikan tinggi internasional.
” Menjadi kampus berkelas dunia tidak berarti UIN Mataram harus kehilangan identitasnya. Nilai keislaman, akhlak, kearifan lokal, pengabdian kepada masyarakat, dan karakter akademik UIN Mataram justru menjadi modal penting untuk menawarkan kekhasan di tengah kompetisi global. Ketika asesor internasional nantinya hadir, mereka diharapkan tidak hanya menemukan dokumen yang lengkap dan data yang tersusun baik. Lebih penting dari itu, mereka harus melihat langsung mahasiswa yang cerdas dan berakhlak, dosen yang produktif dan mengabdi, layanan yang berkualitas, serta kampus yang tumbuh sebagai rumah ilmu dan peradaban di Bumi Gora,” tegas Rektor
Prof Masnun juga memastikan dukungan penuh pimpinan universitas terhadap proses tersebut, baik dari sisi kebijakan maupun penganggaran.
“ Saya tahu jalannya tidak mudah. Ada lembur, ada revisi, ada rasa capek. Tetapi ingat, yang kita kejar bukan hanya sertifikat. Yang kita kejar adalah kebermanfaatan.Bismillah, kita mulai. Saya akan mendukung penuh dari sisi kebijakan dan anggaran. Persiapan ACQUIN pada akhirnya membawa satu pesan besar: internasionalisasi harus memberikan manfaat nyata kepada mahasiswa dan lulusan. Dari Mataram, UIN Mataram sedang membangun jembatan yang menghubungkan keunggulan lokal dengan standar global—mempersiapkan generasi yang berilmu, berakhlak, kompetitif, dan percaya diri membawa nama NTB serta Indonesia ke panggung dunia,” pungkasnya.
Sumber : Humas UINMataram ac.id.
