Anews. Rektor Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, M.Ag., memperkuat konsolidasi seluruh unsur universitas dalam menghadapi tahapan akhir persiapan akreditasi internasional ACQUIN. Penguatan tersebut dilakukan untuk memastikan penyelesaian Self-Assessment Report (SAR) berjalan optimal, terukur, dan melibatkan seluruh unit terkait. Semangat tersebut tercermin dalam persiapan finalisasi dokumen ACQUIN yang berlangsung siang ini di Auditorium UIN Mataram. Kemudian juga menjadi momentum konsolidasi untuk menyatukan langkah, memperkuat koordinasi, serta memastikan seluruh tim tetap fokus menyelesaikan berbagai kebutuhan dokumen dan eviden yang menjadi bagian penting dalam proses akreditasi internasional.
Dalam Apel Siaga ACQUIN dipimpin langsung oleh Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Mataram, Prof. Dr. H. Abdul Qudus, M.A., dan dihadiri para dekan serta tim yang terlibat dalam persiapan akreditasi. Kehadiran unsur pimpinan fakultas dan tim lintas unit memperlihatkan bahwa proses menuju ACQUIN merupakan agenda strategis universitas yang membutuhkan kerja kolektif dan koordinasi yang solid.
Perkembangan terkini, SAR UIN Mataram sedang menjalani review akhir oleh Tim Pendamping. Tahapan ini menjadi bagian krusial untuk memastikan seluruh narasi, data, indikator, dan eviden pendukung telah diperiksa secara menyeluruh. Setiap informasi dalam dokumen harus memiliki kesesuaian dengan kondisi faktual dan mampu menggambarkan kualitas penyelenggaraan pendidikan serta tata kelola UIN Mataram secara objektif.
Usai review akhir oleh Tim Pendamping selesai, SAR akan dilanjutkan ke tahap penerjemahan. Proses tersebut membutuhkan ketelitian untuk memastikan substansi akademik dan kelembagaan tetap terjaga, sekaligus dapat disampaikan secara akurat dalam bahasa yang dipersyaratkan untuk proses akreditasi internasional.
Pada tahap akhir ini juga diarahkan untuk memperkuat koordinasi antara universitas, fakultas, lembaga, unit kerja, dan tim pendukung. Para dekan dan seluruh tim diharapkan memastikan kembali data serta eviden yang menjadi tanggung jawab masing-masing sehingga tidak terdapat kesenjangan informasi ketika dokumen memasuki tahap finalisasi.
” Merupakan bagian dari komitmen Rektor UIN Mataram dalam membangun budaya mutu dan tata kelola berbasis standar internasional. Akreditasi ACQUIN tidak dipandang semata sebagai proses memperoleh pengakuan eksternal, tetapi sebagai momentum evaluasi untuk memperkuat sistem akademik, penjaminan mutu, tata kelola, serta daya saing kelembagaan,” pungkasnya.
Sumber: Humas UIN Matatam.ac.id
