Kemiskinan di NTB Tahun 2023 Menduduki Peringkat ke 8 dari 37 Provinsi
Terjemahan

AmpenanNews. Kemiskinan di NTB berdasarkan data BPS tahun 2023 menduduki rangking 8 dari 37 Provinsi terkait kemiskinan dengan persentase 13,8%. Sedangkan berdasarkan Indeks Rawan Bencana Indonesia (IRBI) risiko bencana di NTB termasuk di Lombok Timur ada ditingkat sedang.

Beberapa hal ini melatar belakangi Yayasan Islamic Relief Indonesia melaksanakan program Pengembangan Kelulusan Kemiskinan dan Ketangguhan Masyarakat atau Scalling-up Extreme Poverty Graduation and Climate Change Resilience in Disarter vulnerable Communities in Asia. Launching program tersebut dilangsungkan Kamis, (28/03) di Ruang Rapat Bupati Lombok Timur.

Dalam sambutannya Pj. Bupati Lombok Timur H. Muhammad Juaini Taofik berharap program tersebut dapat mengubah nasib (kemiskinan) masyarakat Lombok Timur. Ia menyebut 50.908 jiwa merupakan masyarakat dengan kemiskinan ekstrim.

Baca Juga :  Hasil Swab Negatif, Pasien ODP Asal Sulawesi Melahirkan Seorang Putri

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur sendiri, jelas Pj. Bupati, fokus memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama masyarakat dalam kategori miskin ekstrim, miskin, maupun hampir miskin.

Hal itu termasuk dengan mengalokasikan dana sebesar Rp. 36 Milyar pada tahun 2023 dan menjadi Rp. 76 Milyar pada tahun ini untuk program BPJS Kesehatan. Namun, ia mengakui, masih banyak masyarakat miskin yang belum terdata secara maksimal. Ia pun berharap data masyarakat miskin ini terus diperbarui agar memudahkan pelayanan dan pelaksanaaan program-program untuk masyarakat nantinya.

Selanjutnya kepada para kepala OPD diharapkan dapat bersinergi sesuai tupoksi masing-masing untuk mengantarkan program dari Islamic Relief ini. Dalam melayani masyarakat miskin tantangan yang dihadapi lebih keras.

Baca Juga :  Sanitasi Lotim baru 10 Kecamatan dan Desa tersentuh DAK 2021

“Ini memang membutuhkan kesabaran, keuletan, serta kerjasama yang erat,” ujarnya memberi motivasi.

Diharapakan juga agar MoU kerja sama antara Islamic Relief dengan pemerintah Kabupaten Lombok Timur segera disusun sehingga dapat segera terealisasi. “Setelah ini mari kita tindak lanjuti dengan MoU. Semakin cepat semakin baik,” lanjutnya.

Sebelumnya Deputy CEO I Islamic Relief Indonesia Ade Reno Sudiarno memaparkan program pengembangan kelulusan kemiskinan dan ketangguhan masyarakat. Sebelumya, ia menyebut pihaknya telah berhasil melaksanakan program di Kecamatan Jerowaru untuk pendampingan para petani Lobster, petani tadah hujan, dan petani garam untuk meningkatkan kemampuan adaptasi dalam berusaha. Sementara program kali ini terkait dengan mata pencaharian berkelanjutan, perubahan iklim, dan manajemen risiko bencana yang menargetkan bantuan kepada 1.000 keluarga miskin ekstrem agak lebih berdaya. Selanjutnya mendampingi 5 Desa menjadi Desa Tangguh Bencana. Program ini sendiri merupakan program yang ketiga untuk Lombok Timur dalam periode 3 tahun. “InsyaAllah kita bisa berkolaborasi dengan baik dan kami bisa berkontribusi untuk pembangunan Lombok Timur secara keseluruhan,” harapnya.

Baca Juga :  Sekda Lotim Angkat Bicara Soal Tambak Udang Suryawangi

Launching program ini dihadiri pula sejumlah kepala OPD terkait, seperti Bappeda, BPBD, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Koperasi dan UKM, serta BAZNAS Lombok Timur.

 


Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments