Dosen UIN Mataram berhasil Menciptakan Alat Teknologi Destilasi Air Laut Menjadi Air Minum dan Garam Berkualitas
Terjemahan

AmpenanNews. Irwan, PhD alumni Tohoku University Jepang yang saat ini menjadi Dosen Fisika dan Ilmu Kebumian di UIN Mataram baru-baru ini telah berhasil membuat alat untuk mengkonversi air laut menjadi air minum dan garam berkualitas dengan biaya yang terjangkau.

Teknologi Destilasi Air Laut ini menggunakan Sistem Hybrid Solar cell dan Gas, sehingga alat ini tetap bisa digunakan meskipun di daerah dengan akses listriknya yang terbatas.

Penelitian ini dilatar belakangi oleh krisis air bersih yang terjadi di beberapa daerah terutama di daerah pesisir dan pulau-pulau terpencil di Nusa Tenggara Barat dan Daerah-daerah lain di Indonesia.

Selain itu, panen garam yang sering gagal akibat hujan yang sering terjadi tiba-tiba di tambak garam di beberapa daerah menjadi masalah krusial yang mengakibatkan penurunan produksi Garam Nasional.

Baca Juga :  Universitas Mataram sebagai Tuan Rumah Save Biodiversity

Menurut Dr. Irwan yang juga seorang Geofisikawan dan Geologist, kondisi krisis air bersih dan penurunan produksi garam ini disebabkan karena perubahan cuaca ekstrem sebagai akibat dari Global Climate Change atau perubahan iklim global.

” Kondisi ini mengakibatkan terjadinya hujan yang tidak menentu dan sulit untuk di prediksi yang sering kali mengakibatkan gagalnya panen garam,” jelasnya.

Keunggulan dari teknologi Destilasi Air Laut ini adalah Proses Produksi Air Tawar yang cepat yaitu mencapai 150-200 Liter / jam dengan Garam bersih dan berkualitas yang dihasilkan mencapai 35 kg/ jam.

Dr. Irwan juga menjelaskan, komponen-komponen alat ini bisa didapatkan dengan mudah dan terjangkau sehingga jika terjadi kerusakan bisa diperbaiki dengan cepat.

Baca Juga :  Kota Bima Juara Umum Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-XXVIII Tingkat Provinsi NTB

” Proses pengoprasian alat ini juga sangat mudah dan sederhana serta dilengkapi dengan Sensor keamanan yang bisa menonaktifkan system ketika terjadi kelalaian dalam pengoprasian alat (human error) atau jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya.

Alat Teknologi Destilasi Air Laut saat ini dalam proses pengajuan Hak Paten (Hak Cipta). Rektor UIN Mataram, Prof Dr H Masnun Tahir sangat mengapriasi hasil karya cipta monumental ini yang akan menjadi hak paten UIN Mataram.

Dr. Irwan berharap Teknologi Destilasi Air Laut ini bisa menjadi Amal Bakti UIN Mataram untuk Masyarakat dan di Produksi secara masal untuk mengatasi krisis air bersih di daerah pesisir dan pulau-pulau kecil atau daerah-daerah yang mengalami krisis air bersih serta menjadi solusi untuk impor garam Indonesia yang mencapai 1 Juta Ton/Tahun untuk mencukupi Kebutuhan Garam Nasional.

Baca Juga :  Proyek SEHATI Plan Indonesia Telah Usai, Pemkab KLU Berkomitmen Perbanyak Akses dan Sanitasi Inklusif

Kemudian Dr. Irwan akan terus mengembangkan Teknologi ini sehingga lebih ekonomis dan menjadi solusi berkelanjutan dalam mengatasi Krisis Air Bersih dan Garam Berkualitas dimasa yang akan datang sebagai akibat dari Perubahan Iklim Global (Global Climate Change) yang tidak bisa dihindari.

 


Subscribe
Notify of
guest

3 Komentar
terbaru
terlama terbanyak disukai
Inline Feedbacks
View all comments
Rusli
Rusli
2 bulan lalu

Masyaa Allah .. semoga penemuannya menjadi amal jariah

Adi Muhtadi
Adi Muhtadi
2 bulan lalu

Jangan lagi DOKTOR kasih beliau ini dgn Gelar Profesor.
Ayo segera produksi alatnya sebanyak mungkin kembangkan ke seluruh wilayah.
Manfaatkan Sebanyaknya untuk masyarakat dan dunia

Rahmat
Rahmat
2 bulan lalu

Sukses buat Dr. Irwan. Harusnya redaktur berita mencantumkan biodata beliau, biar lebih dikenal oleh masyarakat maupun pihak ketiga yg mau kerjasama.