Kunjungan Pejabat Provinsi NTB Disambut Langsung Bupati Lotim
Terjemahan

AmpenanNews. Kunjungan pejabat Provinsi NTB antara lain Bidang Pemerintahan dan Kesra Provinsi NTB didampingi Kepala Dinas Sosial dan Kepala Dinas Kesehatan beserta rombongan ke Kabupaten Lombok Timur, diterima langsung oleh Bupati Kababupaten Lotim H.M.Sukiman Azmy, di Ruang Rapat Kantor Bupati.

Adapun maksud dan tujuan dari kunjungan pejabat Provinsi tersebut ke Kab Lotim guna membahas rencana gelar Bakti Stunting yang merupakan salah satu upaya Pemerintah Provinsi NTB menurunkan angka stunting.

Bakti stunting untuk wilayah Kabupaten Lombok Timur rencananya akan diluncurkan pada 22 Mei mendatang bertempat di Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Sukiman, menekankan pentingnya penanganan stunting dari hulu, salah satunya dengan mencegah perkawinan usia anak yang masih banyak ditemui, termasuk di Kabupaten Lombok Timur.

Baca Juga :  Tunggakan Retribusi Pasar Menjadi Atensi BPK RI

ia melihat persoalan ini menjadi faktor risiko yang dapat melahirkan anak stunting, mengingat ketidaksiapan organ reproduksi, demikian pula dengan faktor psikologis calon ibu. Ditekankannya pula agar kegiatan tidak sekadar bersifat seremonial dan pentingnya mendorong kemandirian masyarakat dalam upaya pencegahan stunting.

Sementara itu Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemprov NTB menjelaskan bahwa bakti stunting menjadi program Pemprov NTB melalui pendampingan OPD yang fokus di satu kecamatan.

Pendampingan dilakukan dengan melakukan intervensi dan dukungan seperti pemberian telur kepada balita stunting, termasuk yang berisiko, selama tiga bulan atau 90 hari. Selain itu akan dilakukan pula sosialisasi dan edukasi yang diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat guna mencegah bertambahnya kasus stunting di kemudian hari.

Baca Juga :  Bupati Lotim Terima Kunjungan Pejabat Baru KPPN Lotim

Bakti Stunting diharapkan menjadi kerja bersama Pemerintah Provinsi dan Kabupaten dalam upaya menurunkan angka stunting di NTB yang saat ini masih berada di angka 16,9% lebih.

 

Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments