Ikhtiar Tanpa Henti Tanggulangi Bencana BPBD Gelar Workshop
Terjemahan

AmpenanNews. Ikhtiar tanpa henti tanggulangi bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
Provinsi NTB gelar workshop, karena NTB merupakan salah satu provinsi yang rawan terhadap bencana.

Terdapat 13 jenis bencana yang berpotensi dan yang pernah terjadi. Diantaranya banjir, gelombang ekstrim dan abrasi, letusan Gunung Berapi, likuifaksi, gempabumi, kekeringan, tanah longsor, tsunami, kebakaran hutan dan lahan, cuaca ekstrim, kegagalan teknologi, epidemic dan wabah penyakit.

“Untuk itu perlu kita mempersiapkan sedini mungkin untuk menghadapi bencana yang mengancam agar resiko yang ditimbulkan dapat diminimalisir. Karenanya saya berharap output yang dihasilkan dari kegiatan Workshop ini dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya dalam ikhtiar tanpa henti dalam upaya penyelenggaraan penanggulangan bencana di NTB,” buka Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB H. Ruslan Abdul Gani, SH, MH pada Workshop Satu data kebencanaan, di santika Hotel Mataram, Kamis (27/10/2022).

Baca Juga :  Antisipasi Covid-19, Bupati Lobar Menyiapkan Pusat Karantina Baru

Kalak Ruslan Abdul Gani yang pernah sebagai Karo Hukum, Setdaprov NTB ini menilai proses penanggulangan bencana, kebutuhan pada aspek logistic, akomodasi dan transportasi, tetapi strategi dalam system informasi pada proses penanggulangan bencana sangat dibutuhkan untuk memudahkan kerja perasional yang sistematis dan terkontrol dengan baik.

Sebagai pejabat pengganti Kalak BPBD sebelumnya H Sahdan, MT menilai Sstem Informsi Kebencanaan (SIK) menajdi hal yang sangat baik dan efektif untuk diterapkan.

“Sebuah system penanganan bencana sangat diperlukan untuk menangani basis data kebencanaan dan menampilkannya dalam bentuk visualisasi infografis ataupun peta dengan menggunakan system informasi geografis (SIG),” tandas orang nomor satu di BPBD NTB ini.

Kalak juga melansir, bahwa di tingkat nasional kebiakan terkait satu data telah di atur mellaui Perpres Nomor 39/2019 tentang Satu data Indonesia (SDI). Di Provinsi NTB telah di atur dengan Pergub Nomor 45/2021 NTB Satu Data.

Baca Juga :  Hj. Niken Ajak NTB Perbanyak Amal Ibadah di Bulan Ramadhan

Kebijakan satu data bencana dimaksud adalah membangun komitmen yang tetap dan bersifat mengikat. Komitmen mengikat bagi pelaku yang terkait dengan SIK baik dari segi pembiayan SDM dan teknis pelaksanaan.

“Dengan keberadaan sebuah platform katalog data bencana merupakan sebuah kebijakan dalam pengembangan dan pengelolaan data dan informasi becana ke dalam sistem satu data , satu pintu untuk menjamin keakuratan dan konsistensinya.

Dengan terciptanya satu data bencana yang komprehensif dan SIK di NTB, diharapkan dapat menadi upaya dalam kemudahan akses data informasi bencana dalam satu platform kebencanaan.

Workshop Satu Data Kebencanaan Provinsi NTB inidihadiri Direktur Kesiapsiagaan BNPB, para coordinator siap siaga BPBD NTB, Diskominfotik NTB, OPD terkait, unsur TNI-Polri dan perwakilan BPBD Pemerintah Kabupaten/Kota se Pulau Lombok. Sementara perwakilan BPBD Pemkot/Pemkab se Pulau umbawa dilakukan secara ofline.

Baca Juga :  Menteri ESDM Meresmikan 16 Infrstruktur Kelistrikan Di Wilayah NTB dan NTT

Sebanyak 100 orang peserta mengikuti kegiatan ini baik secara ofline maupun online. Bertindak selaku moderator pada workshsop kali ini Kabid PTIK Diskominfotik Yasrul, S.Kom, M.Eng.

Sementara Narasumber H. Agus Hidayatulloh, ST, MT (Bappeda NTB) dengan materi “Data Bencana dan Perannya dalam Perencanaan Wilayah NTB. Sementara Kabid. Statistik Diskominfotik NTB Rahmadin, S.Pt, MM memaparkan materi “Platform NTB Satu Data” dan Made Sastra Widhna, S.Adm (BPBD NTB) dengan mater “Pemetaan data Bencana Provinsi NTB”.

 

Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments