Bulan Juni Provinsi NTB Mengalami Gempabumi sebanyak 606 kali

AmpenanNews. Bulan Jumi, seismisitas di wilayah Provinsi NTB dan sekitarnya yang tercatat dan teranalisa oleh Stasiun Geofisika Mataram Bulan Juni 2022 telah terjadi gempabumi sebanyak 606 kejadian yang didominasi oleh kejadian dengan Magnitudo <3.0 dan kedalaman dangkal <60 Km. Dari 606 kejadian tersebut terdapat 3 kejadian gempabumi yang dirasakan di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Kejadian gempabumi yang dirasakan terjadi pada 06 Juni 2022 pukul 11:44:39 WITA dengan M 5.1 dan kedalaman 104 km dirasakan di wilayah Bima dan Dompu III MMI. Kemudian, Gempabumi tanggal 07 Juni 2022 pukul 14:03:13 WITA dengan M 4.6 dan kedalaman 10 km dirasakan di wilayah Sumbawa II-III MMI. Selanjutnya, Gempabumi tanggal 26 Juni 2022 pukul 20:25:36 WITA dengan M 4.4 dan kedalaman 81 km dirasakan di Mataram dan Lombok Barat III MMI.

Dari hasil analisa gempabumi di wilayah NTB dan sekitarnya Bulan Juni 2022 dikelompokkan menjadi 4 bagian yaitu gempabumi berdasarkan magnitudo, frekuensi kejadian, kedalaman tiap kejadian gempabumi dan dominasi sumber gempabumi.

Untuk uraiannya berdasarkan Grafik Frekuensi Kejadian Gempabumi Bulan Juni 2022 terlihat *kejadian gempabumi terbanyak pada tanggal 2 Juni 2022 sejumlah 38 Kejadian.

Kemudian berdasarkan besar magnitudonya gempa dengan M < 3 sebanyak 451 kejadian, gempa dengan 3 ≤ M < 5 sebanyak 154 kejadian terdapat 1 kejadian gempabumi dengan M ≥ 5. Pada tanggal 2 Juni 2022 mendominasi kejadian gempabumi di Bulan Juni 2022 dengan jumlah 34 kejadian pada rentang M < 3.

Selanjutnya, berdasarkan kedalaman gempabumi dengan kedalaman *< 60 km* sebanyak 494 kejadian, gempabumi dengan 60 km ≤ D ≤ 300 km* sebanyak 109 gempabumi dan terdapat 3 kejadian gempabumi dengan kedalaman > 300 Km.

Sedanhkan, berdasarkan kondisi Seismisitas Wilayah NTB dan Sekitarnya Bulan Juni 2022 aktivitas gempabumi didominasi di daerah sumber gempabumi Sesar Lokal Sumbawa Barat serta Back arc Thrust Utara Sumbawa dan Bima.

Himbauan untuk masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

” Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg (user pemda,pwd pemda-bmkg) atau infobmkg,” kata
Kepala Stasiun Geofisika Mataram
Ardhianto Septiadhi, S.Si., melalui pers rilisnya di WAG Media.

 

Tags
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Baca Juga :

Close
Close