Tradisi menyalakan Lampu Jojor Malam Bulan Ramadhan

AmpenanNews. Tradisi Maleman atau lebih dikenal menyalakan Lampu Jojor di penghujung Bulan Ramdhan yang dilakukan oleh masyarakat Ampenan dilakukan setiap tahun masih dipertahankan.

Hal tersebut dilakukan merata disetiap sudut dan ujung gang yang ada di Kota Tua Ampenan, ini merupakan salah satu tradisi yang masih dipertahankan oleh masyarakat hingga sampai saat ini.

Ustadz Haji Rony, Tokoh Pemuda, sekaligus Tokoh Agama di Lingkungan Gatep Kelurahan Ampenan Selatan, Kota Tua Ampenan, menjelaskan bahwa ini merupakan salah satu tradisi turun temurun.

” tradisi menyalakan Lampu Jojor ini dilakukan setiap malam ke 27 bulan Ramadhan bahkan ada yang melaksanakan tradisi ini di malam ke 20 ataupun malam ke 25,” jelasnya.

Ustadz juga menyampaikan kalau tradisi ini bukan hanya di ampenan saja, akan tetapi di seluruh Pulau Lombok.

” pada saat menyalakan lampu jojor ini pula masyarakat mulai memberikan zakat fitrah, zakat mal bahkan sodaqoh kepada anak anak yang melintas gang lingkungan sekitar” paparnya.

Tradisi maleman dengan menyalakan lampu jojor ini akan berlangsung hingga malam terakhir bulan Ramadhan tahun ini.

Salah seorang mahasiswi yang sedang menyalakan lampu jojor ditemui media ini menyampaikan bahwa sejak masih kecil hal ini dilakukan di lingkungannya sebagaimana yang disampaikan dalam video yutube channel ampenannews.

” ini selalu kita lakukan sejak kecil, tradisi ini tidak pernah dilupakan sampai saat ini. biasanya dilakukan pada malam ke 27 Bulan Ramadhan, jadi kami warga masyarakat sangat kompak melaksanakan tradsisi, terutama anak anak sangat senang karena disamping menyalakan lampu jojor, biasanya mereka diberikan sadaqoh ditiap tiap rumah,” pungkasnya.

Pemberian hadiah atau sadaqoh untuk anak anak setelah menyalakan lampu jojor mereka sebut Hol.

 

Tags
guest

0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Baca Juga :

Close
Close