Proyek Pengerjaan Bendungan Sepit Jalan Ditempat
Terjemahan

AmpenanNews.com – Proyek pengerjaan bendungan sepit, di Dusun Sepit, Desa Pengembur, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), diduga lamban dan tidak jelas. Pasalnya, proyek yang dikerjakan oleh PT Bangun Jaya itu saat ini sudah 6 bulan dikerjakan namun tanpa adanya progres yang signifikan.

Selain itu, banyak juga kejanggalan yang di keluhkan masyarakat. Mulai dari papan anggaran yang tidak terpasang, progres yang melempem, dan juga pelibatan masyarakat setempat yang sangat minim.

Ketua Karang Taruna Desa Pengembur Erwin Efendy mengungkapkan bahwa, proyek pengerjaan bendungan Sepit tersebut sangat lambat, bahkan hanya jalan ditempat tanpa progres yang jelas.

“Pengerjaan proyek ini sangat lambat, padahal sudah dikerjakan sejak bulan oktober 2021 lalu. Tapi hasilnya hanya segini,” Unhkap Erwin Saat ditemui AmpenanNews.com, Rabu (06/04/22).

Baca Juga :  Tanggapi Patung Jokowi, Bupati Loteng: Kita Sepakat Tidak ada Masalah

Dikatakan, adapun yang menjadi alasan dari PT yakni karena adanya even MotoGP. Yang mana pada saat itu PT yang mengerjakan proyek tersebut ikut dalam pengebutan pengerjaan fasilitas pendukung Sirkuit. Namun sampai berapa minggu bahkan mau sebulan usai peralatan ini masih belum ada tindak lanjut dari PT.

“Kemarin kita pas tanyakan langsung ke pihak PT dia bilang selsai MotoGp akan dikebutkan. Tapi sekarang masih saja seperti ini,” Kata Erwin.

Selain itu, ia juga mengkritisi terkait pelibatan masyarakat setempat yang masih terbilang sangat minim. Padahal sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki khususnya Desa Pengembur sangat banyak dan layak ikut berkerja.

“Pelibatan masyarakat yang sangat sedikit, padahal banyak tukang disini. Kalau memang mau mempercepat pengerjaan kenapa tidak mengajak masyarakat untuk ikut berkerja?,” Ujar Erwin.

Baca Juga :  Minimnya Keseriusan Dalam Penanganan Pandemi Covid-19

Erwin juga menyebutkan kontrak proyek pengerjaan proyek bendungan tersebut hanya 1 tahun, dan akan berakhir pada akhir Oktober 2022 nanti. Kemudian proyek itu akan menelan anggaran sekitar 27 miliar.

“Anggarannya banyak, tapi ini sudah enam bulan dikerjakan baru hanya beberapa persen saja yang sudah dikerjakan,” Ujarnya.

Dengan adanya pengerjaan proyek tersebut, terpaksa masyarakat yang biasanya memanfaatkan air dari bendungan itu harus absen untuk menanam padi. Karena tidak ada sumber air yang diharapkan untuk mengairi garapan mereka.

“Orang mau menggarap sawah tidak bisa karena bendungan ini sengaja dikeringkan untuk mempercepat pengerjaan, tapi kok begini mereka,” Terangnya.

Sementara, Pihak PT Bangun Jaya yang dikonfirmasi AmpenanNews.com via whatsapp membantah jika pekerja lokal sangat minim. Bahkan, seluruh pekerja yang dipakai merupakan orang setempat.

Baca Juga :  Kejari Lotim Kembali Periksa Pimpinan Perum Jamkrindo

“Yang bekerja di sana itu orang setempat saja. Tidak ada orang luar, bisa di tanya tenaga kerja satu persatu,” Kata Singkat Sahman Ariandi Selaku Konsultan Supervisi.(di)

 

Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments