Rumah Sakit Unram, Terus Berkontribusi dari Gempa hingga Covid 19

AmpenanNews. Sejak mulai beroperasi tahun 2016 silam, Rumah Sakit Universitas Mataram (RS Unram), terus meningkatkan kualitas dan mutu pelayanannya. Kemajuan Rumah Sakit ini terbilang cukup pesat, hal tersebut tentu tidak luput dari kontribusi Rektor dan semua yang ada di Rektorat Unram.

“Sebelumnya kami ucapkan terimakasih kepada Rektor dan semua yang ada di Rektorat sehingga Rumah Sakit Unram ini mengalami kemajuan yang cukup pesat,” ungkap Direktur RS Unram, dr. Ahmad Taufik S, Sp.OT, disela acara perayaan HUT ke 5 RS Unram yang digelar, Kamis, (18/03/2021).

Dalam kesempatan tersebut, dr. Taufik menuturkan, Rumah Sakit Unram mengawali pelayanan kepada masyarakat umum pada momen musibah gempa yang menimpa Pulau Lombok pada 2018 lalu. Inilah yang kemudian mengantarkan RS Unram, untuk melakukan akreditasi dan kemudian mendapatkan akreditas Bintang Lima.

Kemudian selama pandemi Covid 19 ini, RS Unram juga banyak berkontribusi. Terbukti, sejak awal corona menimpa Nusa Tenggara Barat, RS Unram sudah bisa melakukan pelayanan pemeriksaan PCR terhadap pasien Covid 19.

“Kemudian kita (RS Unram, red) membuka ruang inap isolasi bagi pasien Covid 19,” tuturnya. Tak hanya itu, RS Unram juga memfasilitasi Wisma Seganteng menjadi Rumah Sakit Darurat sebagai lokasi isolasi bagi pasien Covid 19 yang ringan, dengan menyediakan sebanyak 30 kamar. Dan itu masih terisi sampai sekarang. Ini dilakukan RS Unram, untuk ikut berkontribusi bagi masyarakat pada umumnya,” ucapnya.

Begitu juga dr. Taufik, menyampaikan, bahwa RS Unram turut berkontribusi terhadap program Kampung Sehat 2 yang diinisiasi Polda NTB, dimana dua juri Lomba Kampung Sehat ini berasal dari Rumah Sakit Unram.

“Kemudian kami bersama Satgas Covid 19 RS Unram berkontribusi membantu masyarakat terutama dalam menggalakkan kesehatannya, juga membantu menciptakan teknologi yang membantu masyarakat seperti bilik desinfektan, dan sebagainya.

Universitas Mataram, sejak pertama Covid 19,juga memfasilitasi penggunaan Hotel Nutana dan Hotel Fizz sebagai pusat lokasi isolasi mandiri. “Kita dari awal bekerjasama dengan hotel-hotel tersebut tujuannya yang pertama untuk membantu masyarakat, dan kedua hotel ini agar tetap hidup dimasa Covid 19,” tandasnya. Ket. Foto: Direktur RS Unram, dr. Ahmad Taufik S, Sp.OT.

Tags
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Baca Juga :

Close
Close