Laskar NTB Kota Mataram Kecam Teror Bom Bunuh Diri di Makasar

Mataram – Kejadian Bom bunuh diri di Makasar membuat gempar Indonesia, tindakan tersebut mendapatkan kecaman dari berbagai pihak. Kecaman tersebut juga muncul dari Laskar NTB Kota Mataram.

“Laskar NTB Kota Mataram mengecam keras tindakan terorisme, bom bunuh diri di dekat Gereja Katedral Makasar yang terjadi beberapa waktu yang lalu,” tegas Ketua Laskar NTB Kota Mataram, M. Qudradi.

Adi Laskar, sapaan akrabnya, juga menghimbau kepada masyarakat khususnya warga Kota Mataram untuk tetap menjaga ketertiban dan kerukunan antar umat beragama.

“Saya mengajak kepada masyarakat khususnya pemuda kota Mataram untuk menjaga kondusifitas dan menjaga toleransi antar umat beragama,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Komandan Garda Muda Laskar NTB Kota Mataram, Musriadi atau Feri Laskar menegaskan dirinya bersama personel Garda Muda akan ikut serta bersama pihak pemerintah, TNI dan Polri untuk menjaga keamanan warga kota Mataram dari ancaman terorisme.

“Kami Garda Muda siap bersinergi dengan TNI Polri dan pemerintah untuk menjaga Kota Mataram ini dari ancaman terorisme,” tegas Feri.

Sebelumnya beredar kabar mengejutkan terkait adanya bom bunuh diri di Makasar dekat Gereja Katedral yang diduga ulah sekelompok teroris.

Ledakan tersebut cukup besar terekam kamera CCTV yang ada di sekitar lokasi. Akibat kejadian itu, dua orang yang diduga pelaku dilaporkan tewas, serta 20 orang terdiri dari warga, petugas keamanan gereja, dan jemaat mengalami luka akibat ledakan.

Mereka pun dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan. Sebagian sudah dipulangkan setelah mengalami luka ringan.

Kapolda Sulawesi Selatan Kapolda Irjen Merdisyam menyebutkan, ledakan tersebut memiliki daya ledak tinggi atau high explosive.

Hal itu terlihat dari dampak yang ditimbulkan, seperti kerusakan pintu gerbang gereja dan kendaraan-kendaraan di sekitarnya, serta pecahnya kaca hotel di sekitar gereja.

“Itu jenis ledakan high explosive. Kerusakan terjadi di gereja. Hanya pintu gerbang dan beberapa kendaraan,” kata Merdisyam dalam wawancara dengan Kompas TV, Minggu (28/3/2021).

Sementara itu, Kapolri Jenderal (Pol) Sigit Listyo menyampaikan, ledakan diduga merupakan pengeboman bunuh diri yang menggunakan jenis bom panci.

Tags

guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments
Close