BPBD Lotim, Distribusi Air Bagi Masyarakat Tidak Pernah Dihentikan


AmpenanNewas. Kepala Bidang (Kabid) Logistik dan Kedaruratan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Timur Iwan Setiawan, membantah adanya dugaan informasi yang menyatakan pendistribusian air bersih bagi masyarakat di hentikan.

“Terkait dengan adanya dugaan informasi yang menyatakan jika distribusi air bersih bagi masyarakat dihentikan oleh BPBD Lotim, itu tidak benar ” tegasnya.

Di jelaskan kembali oleh Iwan, adapun upaya yang di lakukan BPBD saat ini untuk dapat secara continue memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang ada pada wilayah terdampak kekeringan, skema distribusi air terus di lakukan pembenahan.

“Agar tercipta tertib administrasi maka perlu di lakukan pembenahan skema distribusi, dan ini merupakan kali pertama BPBD Lotim melibatkan pihak swasta dalam proses distribusi air bersih kepada warga di wilayah terdampak kekeringan di Lotim” bebernya.

Namun demikian Aku Iwan, kesalah informasi yang menyebutkan pendistribusian air bersih bagi masyarakat telah di hentikan ini, sejak kemarin dari sebelum ada kegiatan pelantikan Eselon II dan III terus saja di gulirkan dugaannya, bahkan sempat menjadi pembahasan di dalam rapat evaluasi Bupati, pada, Selasa (13/10) kemarin.

Untuk di ketahu lebih lanjut terangnya, mengingat dalam pendistribusian air bagi masyarakat ini menggunakan pola baru, BPBD sebelumnya telah meminta pendapat hukum ke Kejaksaan Negeri Selong.

“Kita masuk ke Kejaksaan minta pendapat hukum, karena saat ini kita memakai pola baru tentang sewa. Meski demikian armada milik Pemda tetap di Oprasionalka, Bukan di stop, hanya saja mobil tangki milik swasta yang ada di sana itu kita tertibkan administrasinya, minimal dia punya STNK. Karena kita pakai uang daerah maka penting tertib administrasi,” katanya di sela acara pelantikan pejabat eselon ll dan lll di Kantor Bupati Lotim, Rabu (14/10/2020).

Iwan juga menegaskan, “tidak ada upaya untuk mengurangi distribusi air bersih ke masyarakat, namun harus juga dibarengi dengan tertib administrasi” ulasnya kembali.

Lanjutnya yang terpenting itu tertib, bukan irit, semampunya kita suplai selama itu kebutuhan masyarakat, bahkan sampai Desember BPBD merasa siap mendistribusikan air bersih.

Dari hasil verifikasi mobil tangki yang disewa dari pihak swasta, Iwan menegaskan semua armada swasta itu telah beroperasi, membackup armada yang dimiliki oleh BPBD Lotim.

“Di Jerowaru ada 6 mobil tangki kemarin, dan sudah kembali normal beroperasi. Tolong carikan kami mobil tangki yang tertib (ada STNK) kita akan kerjasamakan, jangan sampai mobil bodong. Nanti susah SPJ-nya,” cetusnya.

Distribusi air bersih yang disalurkan minimal 60 ribu liter per hari, dan Kecamatan Jerowaru menjadi prioritas, dengan distribusi yang lebih banyak dari wilayah yang lain.

“Minimal 60 ribu liter per hari kami distribusikan, dan paling banyak prioritas di Jerowaru,” ungkapnya.

Menjawab pertanyaan yang terjadi di Desa Perigi, Kecamatan Suela, Iwan menerangkan dengan lugas.

“Untuk yang di Suela (Perigi) kita konfirmasi ke Kadesnya, dia berlakukan giliran, makanya yang di Perigi itu kita kerahkan armada yang bagus, tujuannya untuk dapat mempercepat mobilitas, karena medan di sana cukup ekstrim,” terangnya.

Kemudian untuk mempermudah efektifitas dan efisiensi pendistribusian, pihaknya bahkan meminta kepada camat yang wilayahnya terdampak kekeringan, untuk membuat jadwal distribusi yang rinci, karena menyangkut dengan Perjanjian Kerjasama (PKs) pihak pemerintah dengan swasta.

“Kami meminta camat dan jajarannya untuk lebih aktif dan dapat membuat jadwal yang lebih pasti, karena terhubung juga dengan verifikasi mobil tangki yang ber-PKs, karena banyak mobil tangki di Selatan tidak memiliki administrasi yang sah,” tegasnya kembali.

Masalah lain yang menimbulkan kendala dalam proses distribusi air bersih yang dilakukan pihaknya adalah terkait dengan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM). Dari itu pihaknya telah mengirim surat ke pimpinan SPBU Pancor agar memberikan kebijakan khusus ke armada yang ada.

“Masalahnya juga ada pada solar, jadi tidak bisa tangki itu bolak-balik ke SPBU. Sehingga tadi kami sudah bersurat ke pimpinan SPBU Pancor, agar setiap mobil tangki itu diberi 200 liter per hari yang diisi di drigen, karena mobil tidak mungkin bolak-balik ke Pancor,” ujarnya.

Iwan juga memaparkan kepada awak media, jika terkait distribusi air bersih bukan perkara sepele, sebab dikemudian hari akan dilakukan pertanggungjawaban, sehingga rentan tersandung hukum.

“Menyangkut distribusi air, ini bukan main-main, karena sudah ada kasus sebelumnya berakhir di APH. Jadinya harus tertib administrasi” ingatnya.


guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Baca Juga :

Close