Dipuji karena Suami Selamatkan Wisatawan Lokal, Anggota Bhayangkari Sebut Itu Tugas dan Kewajibannya


AmpenanNews. Upaya penyelamatan dua wislok (wisatawan lokal) yang nyaris tewas, karena terseret arus palung laut Pantai Wisata Cemare Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat, oleh personel Kepolisian Perairan dan Udara (Pol Airud) sempat viral di media sosial dan beberapa grup WhatsApp.

Kejadian itu berimbas pujian terhadap Ibu Bhayangkari (istri salah seorang personel) Pol Airud Polres Lombok Barat.

Salah seorang Ibu Bhayangkari yang mendapat pujian adalah Licka Fu’ad Nirmala (istri personel Pol Airud Polres Lombok Barat Brigadir Tatang Shofyan Bahari). Dimana anggota Bhayangkari yang akrab disapa Mama Banyu (nama anaknya) itu, dipuji ibu-ibu komplek perumahan di grup WhatsApp ‘Emak-Emak GMA” sebagai istri yang memiliki suami seorang ‘hero’. Menanggapi pujian tersebut, sebagai seorang istri Bintara Polri Mama Banyu mengatakan bahwa itu merupakan tugas yang diemban suaminya.

“Sdh tugasnya ituu maak… Kwajibannya,, 5 langkah dr rumah sdh jd milik org,” tulis Mama Banyu di grup WA.

Dikonfirmasi awak media melalui aplikasi WhatsApp terkait kesan dirinya ketika mengetahui dari para ibu-ibu, bahwa suaminya bersama personel Pol Airud lainnya menyelamatkan warga dari petaka, Mama Banyu merasa haru sekaligus bangga sebagai istri yang suaminya dapat menjalankan amanah dan tugas.

“Walau bagaimana saya sebagai istri merasa terharu, karena dia (Brigadir Tatang, red) benar-benar menjalankan tugasnya sebagai Bhayangkara, yakni sebagai anggota Sat Pol Airud Polres Lombok Barat,” ungkapnya.

Menjawab pertanyaan awak media terkait motivasi yang selalu diingatkan kepada sang suami, dalam menjalankan tugasnya sebagai personel Bhayangkara, Mama Banyu mengatakan bahwa sebagai Bhayangkari selalu mengingatkan Tribrata sebagai simbol Polri bukan hanya sekedar simbol belaka.

“Dalam tugas saya sebagai seorang istri selalu mengingatkan bahwa Tribrata yang menjadi simbol Polri, tidak hanya sekedar simbol tapi memang benar-benar harus tertanam dalam dirinya. Karenanya, dia sebagai insan Bhayangkara harus mengutamakan tugas dan kewajibannya sebagai aparatur negara,” tuturnya.

“Jadi, intinya dia harus benar-benar melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” imbuhnya.

Dalam wawancara yang memanfaatkan aplikasi WhatsApp tersebut, pihaknya juga memberikan permakluman kepada awak media bahwa tidak seharusnya dia diwawancarai, dalam arti melangkahi Ketua Bhayangkari Lombok Barat maupun Ketua Bhayangkari Daerah NTB. Namun pihaknya juga tidak ingin nantinya dikatakan atau diklaim sebagai menghalang-halangi tugas jurnalistik.

Untuk diketahui, personel Dit Pol Airud Polda NTB bersama-sama dengan personel Satpol Airud Polres Lombok Barat, Ahad (2/8), telah menyelamatkan dua warga yang nyaris tewas terseret arus palung laut Pantai Wisata Cemare, Lombok Barat. Namun dengan kesigapan personel Pol Airud kedua warga, atas nama Hamzan Wadi (12) asal Lombok Tengah dan Saifullah (40) warga Beleke Kecamatan Gerung, Lombok Barat itu dapat terselamatkan. Forta


guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Baca Juga :

Close