Musim Kemarau Telah Masuk Di NTB Update 20 Mei 2020

Informasi Iklim Dasarian Provinsi NTB Update 20 Mei 2020


KONDISI TERKINI IKLIM NTB
Curah hujan di NTB pada dasarian II Mei umumnya dalam *kategori rendah*, terjadi hampir di seluruh wilayah NTB. Curah hujan tertinggi tercatat di Pos Hujan Kokok Putih, Kabupaten Lombok Timur sebesar 77 mm/dasarian.

Sifat hujan pada dasarian II Mei adalah Bawah Normal (BN) untuk Pulau Lombok dan Atas Normal (AN) untuk Pulau sumbawa, kecuali wilayah Sumbawa Barat bagian Utara.

Monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut – turut (HTH) umumnya berada dalam kategori *Masih Terjadi Hujan (0 hari)* hingga *Sangat Panjang (31-60)* hari tanpa hujan. *HTH terpanjang* terpantau di Pos Hujan *Buer*, Kabupaten Sumbawa sepanjang *39 hari*.

KONDISI DINAMIKA ATMOSFER
Hingga saat ini ENSO dan Dipole Mode masih menunjukkan kondisi Netral. Aliran massa udara di wilayah Indonesia pada Dasarian II Mei 2020 menunjukkan angin timuran. Angin monsun Australia bertiup di atas wilayah NTT, NTB, Bali, Jawa, Sulawesi, Maluku dan Papua. Pergerakan MJO saat ini terpantau *tidak aktif* di Fase 3 (Maritime Continent) dan diprediksi akan *tetap tidak aktif* di fase 3 dan 4 (Maritime Continent) sampai awal dasarian III Mei 2020.

PELUANG CURAH HUJAN DASARIAN III MEI 2020
Peluang terjadinya hujan dengan kategori > 20 mm / dasarian pada dasarian III Mei 2020 masih cukup tinggi. Peluangnya berkisar antara nilai 80 – >90 % dan diprediksi terjadi hampir di seluruh wilayah NTB. Sedangkan peluang turunnya curah hujan dengan kategori > 50mm per dasarian tidak terlalu signifikan, yaitu berkisar antara 30- 70%.

DAMPAK
Dengan kondisi wilayah NTB yang saat ini sedang memasuki periode memasuki musim kemarau, masyarakat dihimbau agar waspada dan berhati – hati terhadap potensi terjadinya cuaca ekstrem dengan sifat lokal serta diharapkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan air seiring dengan masuknya musim kemarau di seluruh wilayah NTB.

Sumber : iklim.ntb.bmkg.go.id
*BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat*


guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Baca Juga :

Close