3.699 Kali Gempa di Lombok Selama Tahun 2018

AmpenanNews. Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika menunjukkan data gempa bumi yang terjadi sepanjang tahun 2018 di Indonesia sebanyak 11.577 kali, dimana gempa bumi terbanyak terjadi di Pulau Lombok dan sekitarnya yaitu sebanyak 3.699 kali. Jumlah gempa bumi yang dapat dirasakan atau berdampak pada masyarakat sebanyak 215 kejadian.

Dari hasil monitoring BMKG stasiun Geofisika Mataram sepanjang tahun 2018, awal gempa terjadi pada Minggu (29/07/18) dengan kekuatan M=6.4. Gempa terbesar terjadi dengan 7 SR pada Minggu (05/08/18) yang juga merupakan gempa bumi utama (Main Shock) dari rangkaian gempa yang terjadi bahkan saat itu berpotensi tsunami level waspada. BMKG mencatat ada 601 gempabumi pendahuluan (Fore Shock) sebelum gempa bumi utama terjadi.

Gempa susulan yang signifikan pada Minggu (19/08/18), dimana gempa bumi terjadi sebanyak 3 kali yaitu siang hari pukul 12.06 WITA berkekuatan 5.4 SR. Selang 4 menit gempa kembali terjadi tepatnya pukul 12.10 WITA dengan 6.3 SR dan malam hari pukul 22.56 WITA dengan 6.9 SR.

Gempa susulan yang terjadi merupakan aktivitas gempa baru yang berbeda dengan gempa M= 7. Sementara, gempa utama terjadi akibat aktivitas sesar aktif. Hingga tanggal 13 September 2018 tercatat 543 gempa susulan terjadi.

Dijelaskan pula terdapat 2 sumber gempa di wilayah NTB yaitu Zona Pertemuan Lempeng Indo Australia dengan Lempeng Eurasia atau Zona Subduksi dan aktivitas sesar naik busur belakang Flores (Flores Back Arc Thrust). Selama tahun 2018 di wilayah NTB dan sekitarnya lebih dominan mengalami gempabumi kedalaman dangkal dan menengah masing-masing sebanyak 3.290 kejadian dan 383 kejadian. Sedangkan, gempabumi dengan kedalaman dalam hanya sebanyak 26 kejadian.

Walaupun demikian, Masyarakat juga dihimbau untuk tetap waspada dan tidak mudah percaya dengan adanya informasi atau isu gempa selain dari informasi yang dirilis resmi oleh BMKG. Tm005

Bagikan :

avatar

Baca Juga :

Close