Bupati Lombok Timur Buka Acara Sosialisasi PJAS oleh BPOM

AmpenanNews. Bupati Kabupaten Lombok Timur H.M Sukiman Azmy, buka acara Sosialisasi Program Sekolah Jajanan Anak Usia Sekolah (PJAS) Aman yang dilaksanakan oleh Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Mataram.

Kegiatan sosialisasi PJAS aman yang berlangasung di Ballroom Kantor Bupati, Kamis (14/4) tersebut diikuti oleh 75 peserta yang merupakan siswa, guru, komite, dan pengawas 24 Sekolah di Kabupaten Lombok Timur.

Dalam sambutan pembukanya Bupati Kab Lotim menyampaikan, asupan makanan akan sangat menentukan status gizi pada tumbuh kembang anak. Karena itu sangat penting untuk dilakukan pemantauan terhadap makanan yang dikonsumsi oleh anak terlebih ketika berada di luar rumah, seperti di Sekolah. Tanggung jawab tersebut lanjutnya harus bisa dilaksanakan oleh seluruh elemen seperti guru dan tenaga kependidikan, Dinas Pendidikan dan UPTnya, Puskesmas, hingga masyarakat sekitar.

Bupati, juga menyampaikan ucapan terima kasih atas terselenggaranya program tersebut, sehingga komunitas sekolah mengerti dan memahami keamanan pangan, khususnya jajanan di Sekolah.

Sementara kepada para peserta yang hadir, diharapkan oleh Bupati agar mengikuti kegiatan tersebut dengan baik dan pada akhirnya dapat diterapkan di lingkungan sekolah masing-masing.

“Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi media penyebaran informasi kepada komunitas sekolah untuk mewujudkan produk jajanan aman, diharapkan juga tim keamanan pangan bisa mengawasi sehingga anak-anak menjadi sehat” harap Bupati.

Sementara itu, jika mengutip pernyataan Kepala BPOM I Gusti Ayu Adhi Aryapatni, berdasarkan survei kesadaran obat dan makanan, posisi masyarakat NTB cukup memprihatinkan. Poin NTB 66,83 di bawah rata-rata nasional. Karena itu kegiatan sosialisasi yang dilakukan di seluruh kabupaten/ kota di NTB ini menjadi upaya mengedukasi masyarakat dan anak-anak sehingga indeks kesadaran bisa meningkat terkait keamanan pangan.

 

Tags
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Baca Juga :

Close
Close