Elisabeth Simanjuntak Terpilih sebagai Ketua Umum BPAN 2026–2030
Terjemahan

Anews. Jambore Nasional (JAMNAS) V Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) menetapkan Elisabeth Simanjuntak sebagai Ketua Umum BPAN periode 2026–2030. Penetapan dilakukan dalam sidang organisasi yang berlangsung di Wilayah Adat Perigi dan Limbungan, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

‎Elisabeth merupakan Pemuda Adat dari Komunitas Turunan Op. Ronggur Simanjuntak, Region Sumatera. Sebelum dipercaya memimpin BPAN, ia menjabat sebagai Sekretariat Nasional Bidang Administrasi dan Keuangan BPAN periode 2024–2026.

‎Penetapan kepemimpinan baru menjadi salah satu agenda penutup Jambore Nasional V BPAN yang mempertemukan ratusan Pemuda Adat dari tujuh region Nusantara untuk merumuskan arah gerakan organisasi sekaligus memperkuat konsolidasi perjuangan Masyarakat Adat.

‎Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Jenderal Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Rukka Sombolinggi, menegaskan bahwa generasi muda adat memiliki tanggung jawab besar untuk memutus mata rantai ketidakadilan yang masih dialami Masyarakat Adat.

‎”Pemuda harus memutuskan mata rantai penjajahan dan ketidakadilan. Mereka yang akan memimpin kita melangkah ke masa depan,” kata Rukka.

‎Menurut Rukka, kepemimpinan dalam organisasi bukan sekadar jabatan, melainkan amanah yang berasal dari tanah leluhur dan seluruh Masyarakat Adat Nusantara. Karena itu, setiap mandat harus dijalankan dengan ketulusan, semangat belajar, serta kerja kolektif.

‎Ia menambahkan perjuangan Masyarakat Adat tidak hanya berkaitan dengan masa depan komunitas adat, tetapi juga masa depan bumi beserta seluruh isinya.

‎Rukka juga menyampaikan apresiasi kepada Masyarakat Adat Perigi dan Limbungan yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan JAMNAS V BPAN.

‎”Berdaulat, mandiri, dan bermartabat adalah realitas yang dapat kita lihat di Perigi dan Limbungan. Terima kasih atas seluruh kasih sayang, makanan, dan penerimaan yang kami rasakan selama berada di sini,” ujarnya.

‎Sementara itu, Elisabeth Simanjuntak menegaskan kepemimpinannya akan dijalankan secara kolektif bersama seluruh pengurus dan anggota BPAN.

‎”Tanggung jawab ini bukan hanya berada di pundak ketua umum, tetapi menjadi tanggung jawab kita semua sebagai anggota BPAN,” katanya.

‎Ia mengajak seluruh kader BPAN merapatkan barisan untuk menjalankan mandat organisasi selama empat tahun ke depan, termasuk mengawal hasil-hasil Jambore Nasional dan memperkuat perjuangan menjaga serta mengelola Wilayah Adat.

‎”Mari kita refleksikan kembali tujuan organisasi kita. Tugas terbesar kita adalah menjaga dan mengurus wilayah adat. Itu hanya bisa diwujudkan jika kita saling bahu-membahu demi masa depan masyarakat adat yang lebih baik,” ujar Elisabeth.

‎Di bawah kepemimpinan baru, BPAN diharapkan melanjutkan agenda-agenda strategis yang telah dirumuskan dalam JAMNAS V, mulai dari penguatan pendidikan adat, pembangunan ekonomi kolektif, regenerasi kepemimpinan, hingga pendokumentasian Wilayah Adat sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan Masyarakat Adat di seluruh Nusantara.

Baca Juga :  Wabup Lotim Buka Sosialisasi Pajak Daerah di Sikur, Dorong Validasi Data dan Kolaborasi Lintas Sektor

 

guest

0 Komentar
terbaru
terlama terbanyak disukai