Terjemahan

Guru Madrasah Lombok Utara Kuasai Kurikulum Berbasis Cinta Berbantuan Kecerdasan Buatan
Guru Madrasah Lombok Utara Kuasai Kurikulum Berbasis Cinta Berbantuan Kecerdasan Buatan

Anews. Sebanyak 25 guru dari lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Lombok Utara menyelesaikan lokakarya penyusunan kurikulum dan desain pembelajaran yang menggabungkan pendekatan Deep Learning, nilai-nilai Panca Cinta, serta pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI). Kegiatan berlangsung di MTsN 1 Lombok Utara, Kamis (30/4/2026), mulai pukul 07.15 hingga 14.30 WITA.

Diselenggarakan sebagai upaya menjawab tantangan transformasi pendidikan masa kini, kegiatan ini bertujuan agar lembaga pendidikan Islam tetap relevan dengan perkembangan zaman namun tidak melepaskan akar nilai spiritual dan kemanusiaan. Penyelenggara menegaskan, kehadiran teknologi bukan untuk mengganti peran pendidik, melainkan menjadi alat bantu guna membebaskan guru dari beban administrasi berulang, sehingga memiliki lebih banyak waktu membimbing karakter siswa.
Lalu Ahyadi, penyusun laporan kegiatan sekaligus perwakilan pelaksana, menjelaskan konsep inti yang diusung. “Kami menempatkan AI sebagai manifestasi dari Cinta Ilmu—untuk efisiensi kerja dan perluasan wawasan. Sementara nilai Panca Cinta, yaitu Cinta Allah & Rasul, Cinta Ilmu, Cinta Diri & Sesama, Cinta Lingkungan, dan Cinta Tanah Air, menjadi jiwa dan arah dari setiap materi yang disusun,” ujarnya.
Dalam sehari penuh, peserta dibimbing memahami filosofi Kurikulum Berbasis Cinta, mempraktikkan penggunaan beragam alat kecerdasan buatan untuk merancang modul ajar, hingga menyusun rancangan pembelajaran yang menyisipkan nilai keimanan, keberagaman, serta kearifan lokal Lombok Utara. Salah satu hasil nyata yang dihasilkan adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk jenjang MTs, dengan materi teks eksplanasi yang dikaitkan dengan fenomena alam dan kebesaran Tuhan.
Peserta, yang terdiri dari 5 guru MIN, 10 guru MTsN, dan 10 guru MAN, menunjukkan antusiasme tinggi. Meskipun terdapat perbedaan kemampuan awal dalam penguasaan teknologi, semangat saling membantu antar peserta mewujudkan prinsip “Cinta Diri dan Sesama” berjalan nyata di lokasi kegiatan.
Hasil utama dari kegiatan ini berupa draf kurikulum yang siap diujicobakan, peningkatan keterampilan digital yang bijak, serta kesepahaman baru tentang pendidikan yang cerdas secara teknologi namun tetap manusiawi.
Pelaksana kegiatan merekomendasikan adanya pendampingan berkelanjutan agar pemahaman dan keterampilan yang telah diperoleh tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar melekat dalam kebiasaan mengajar sehari-hari. Diharapkan, langkah ini menjadi tonggak bagi madrasah di Lombok Utara untuk melahirkan generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus kokoh dalam iman, takwa, dan akhlak mulia.
Kegiatan ini direncanakan akan dipublikasikan melalui media massa Ampenan News sebagai bentuk penyebarluasan praktik baik pendidikan di daerah ini.
Baca Juga :  Bupati Melantik Pengurus BPPD dan Mengukuhkan POKDARWIS Kabupaten Lombok Utara
guest

0 Komentar
terbaru
terlama terbanyak disukai