Korban Kebakaran Pasar Pringgabaya Datangi Kantor Bupati Lombok Timur
Terjemahan

Anews. Puluhan pedagang korban terdampak kebakaran Pasar Tradisional Pringgabaya yang tergabung dalam Gerakan Elemen Masyarakat Peduli Rakyat (Gempur) mendatangi Kantor Bupati Lombok Timur, Kamis, 7 Mei 2026. Mereka meminta pemerintah daerah memfasilitasi bantuan modal usaha serta relaksasi kredit pascakebakaran yang melanda pasar tersebut sepekan lalu.

‎Sebanyak 20 perwakilan pedagang terdiri atas pedagang buah, sayur, sembako, palen, hingga konveksi hadir untuk mencocokkan data jumlah pedagang terdampak kebakaran sekaligus menyampaikan aspirasi mereka kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.

‎Sekretaris Gempur, Muh Zaini, mengatakan kedatangan mereka bertujuan agar para pedagang dapat difasilitasi bertemu dengan pemerintah daerah sehingga berbagai harapan dan keluhan mereka bisa disampaikan langsung kepada Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin.

‎“Para pedagang berharap ada bantuan dari pemerintah pascakebakaran karena seluruh barang dagangan mereka habis dilalap api,” kata Zaini seusai hearing di Kantor Bupati Lombok Timur.

‎Dalam pertemuan itu, para pedagang meminta pemerintah daerah mengeluarkan rekomendasi atau “surat sakti” agar mereka bisa memperoleh akses pinjaman modal usaha dari perbankan dengan nominal Rp10 juta hingga Rp50 juta. Selain itu, mereka juga berharap ada bantuan modal usaha langsung dari pemerintah daerah.

‎Menurut Zaini, para pedagang meminta bunga pinjaman tersebut dapat disubsidi pemerintah sehingga pedagang hanya perlu mengembalikan pokok pinjaman saja kepada pihak bank.

‎“Harapan pedagang, ada subsidi bunga dari pemerintah agar beban pengembalian pinjaman lebih ringan,” ujarnya.

‎Selain persoalan modal usaha, pedagang juga meminta agar lapak mereka tidak dipindahkan apabila pasar yang terbakar nantinya dibangun kembali. Mereka berharap tetap dapat menempati lokasi semula untuk kembali berdagang.

‎Para pedagang turut meminta adanya relaksasi kredit bagi korban kebakaran yang masih memiliki tunggakan di perbankan. Bahkan, sebagian pedagang berharap bantuan yang diberikan pemerintah bersifat hibah, bukan pinjaman.

‎“Pedagang berharap ada bantuan hibah karena kondisi mereka saat ini cukup sulit setelah kebakaran,” kata Ketua Gempur, Ustad Ahmad Asdaruddin.

‎Ia menambahkan, pedagang yang masih memiliki kewajiban kredit di bank juga berharap mendapat fasilitas relaksasi dari Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mengingat mereka kehilangan sumber pendapatan akibat kebakaran tersebut.

‎Dalam hearing itu, para pedagang didampingi Ahmad Asdaruddin dan Muh Zaini. Mereka diterima oleh Asisten II Setda Kabupaten Lombok Timur karena Bupati Haerul Warisin berhalangan hadir lantaran sedang mengikuti agenda bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

‎Selain menyampaikan tuntutan terkait bantuan modal dan relaksasi kredit, para pedagang juga mempertanyakan data penerima bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lombok Timur.

‎Menurut mereka, jumlah pedagang terdampak kebakaran mencapai 217 orang. Namun, bantuan yang telah disalurkan melalui Baznas disebut baru menjangkau 112 pedagang.

‎“Kami berharap seluruh 217 pedagang terdampak bisa mendapatkan bantuan secara merata,” ujar Ahmad Asdaruddin.

Baca Juga :  BPBD, Saluran Irigasi Dan Drainase Penyebab Banjir Di Labuhan Haji

 

guest

0 Komentar
terbaru
terlama terbanyak disukai
Inline Feedbacks
View all comments