Anews. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lepak Timur 1 di Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, dihentikan sementara operasionalnya oleh Badan Gizi Nasional. Penghentian itu diduga terkait penyajian apel busuk dalam menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Keputusan tersebut memunculkan pertanyaan ihwal kelanjutan distribusi MBG bagi siswa penerima manfaat di wilayah tersebut. Koordinator Wilayah SPPG Lombok Timur, Agamawan, mengatakan penyaluran masih menunggu arahan lebih lanjut dari pimpinan.
“Masih menunggu arahan dari pimpinan untuk penerima manfaatnya, apakah akan di-cover oleh SPPG terdekatnya atau bagaimana,” ujar Agamawan saat dikonfirmasi media, Sabtu, 28 Februari 2026.
Ia membenarkan bahwa SPPG Lepak Timur 1 untuk sementara tidak beroperasi. Informasi penghentian itu, kata dia, diterimanya pada Jumat siang, 27 Februari 2026.
“Laporannya tadi dari pihak SPPG dan pusat,” katanya singkat.
Belum ada penjelasan resmi dari Badan Gizi Nasional mengenai durasi penghentian maupun hasil evaluasi awal atas dugaan tersebut. Namun, langkah penghentian sementara lazim dilakukan sebagai bagian dari proses klarifikasi dan pemeriksaan standar mutu pangan.
Program MBG sendiri menyasar siswa sebagai penerima manfaat utama, dengan tujuan meningkatkan asupan gizi dan menunjang proses belajar. Di Lombok Timur, distribusi makanan dilakukan melalui sejumlah SPPG yang tersebar di beberapa kecamatan.
Jika operasional SPPG Lepak Timur 1 belum dapat dipulihkan dalam waktu dekat, opsi pengalihan distribusi ke dapur layanan terdekat menjadi salah satu skenario yang dipertimbangkan. Namun hingga kini, keputusan tersebut masih menunggu instruksi dari tingkat pusat.
Sementara itu, tentu sejumlah orang tua siswa berharap penyaluran MBG tidak terhenti terlalu lama. Mereka khawatir jeda distribusi akan berdampak pada kebutuhan gizi harian anak-anak, terutama bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Pemerintah daerah dalam hal ini Satgas MBG Kabupaten Lombok Timur belum memberikan keterangan terpisah terkait pengawasan dan evaluasi kualitas bahan pangan pada dapur-dapur MBG yang dilakukan BGN di lotim.
