Pengangguran Lotim Capai 31 Ribu, Bupati Dorong Pelatihan Sesuai Kebutuhan Industri
Terjemahan

Anews. Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mendorong program pelatihan berbasis kompetensi agar lebih responsif terhadap kebutuhan dunia kerja. Langkah ini dinilai penting di tengah angka pengangguran di daerah tersebut yang disebut mencapai sekitar 31 ribu orang.

‎Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin mengatakan pelatihan kerja tidak boleh hanya menjadi kegiatan rutin. Jenis keterampilan yang diberikan harus memiliki relevansi dengan kebutuhan pasar, kondisi wilayah, serta potensi ekonomi masyarakat.

‎Menurut Haerul, ijazah pendidikan formal belum tentu membuat lulusan SMA, SMK, maupun perguruan tinggi memiliki keterampilan praktis yang siap digunakan di dunia kerja. Karena itu, pelatihan menjadi salah satu sarana untuk membekali masyarakat dengan keahlian yang dapat diterapkan secara langsung.

‎Hal tersebut disampaikan Haerul saat menutup Kegiatan Pelatihan Berbasis Kompetensi dan Penyerahan Bantuan Peralatan dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) Tahun Anggaran 2026 di Pendopo Bupati Lombok Timur, Selasa (8/9/2026).

‎Haerul meminta lembaga penyelenggara pelatihan melakukan pemetaan kebutuhan sebelum menentukan jenis keterampilan yang akan diberikan. Pemetaan tersebut, kata dia, perlu mempertimbangkan latar belakang peserta, kebutuhan masyarakat, potensi sumber daya alam, serta kondisi ekonomi di lingkungan tempat tinggal peserta.

‎“Penyedia pelatihan harus jeli melihat peluang,” ujar Haerul.

‎Ia juga mengingatkan agar penyelenggara tidak terus-menerus memberikan jenis pelatihan yang sama. Menurut dia, perubahan kebutuhan pasar kerja menuntut lembaga pelatihan lebih adaptif dan mampu membaca peluang baru.

‎Selain menyesuaikan kebutuhan pasar, Haerul menekankan pentingnya memperhatikan bakat dan minat peserta. Bantuan peralatan yang diberikan pemerintah juga diharapkan sesuai dengan keterampilan yang ditekuni sehingga dapat digunakan secara optimal untuk mendukung usaha.

‎Ia menilai pelatihan dengan keterampilan yang berkembang di era digital, seperti content creator, memiliki peluang untuk terus dikembangkan. Pelatihan semacam itu, menurut dia, perlu mendapat perhatian karena membuka alternatif pekerjaan dan usaha di luar sektor formal.

‎Atas nama Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, Haerul menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang telah menyelesaikan pelatihan dan menerima bantuan peralatan. Ia meminta bantuan tersebut tidak berhenti sebagai fasilitas, tetapi dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas dan membuka peluang usaha.

‎Haerul juga meminta peserta tidak ragu kembali mengikuti pemantapan apabila masih membutuhkan pendalaman materi.

‎“Jangan ragu datang kembali untuk memperdalam ilmu jika membutuhkan pemantapan materi agar semakin percaya diri,” katanya.

‎Perwakilan BPVP Lombok Timur, Haeruziyat, mengatakan Kementerian Ketenagakerjaan telah menyalurkan anggaran APBN kepada sejumlah lembaga pelatihan sebagai bagian dari upaya menekan angka pengangguran.

‎Ia menyebut jumlah pengangguran di Lombok Timur saat ini mencapai sekitar 31 ribu orang. Karena itu, peningkatan kompetensi tenaga kerja menjadi salah satu fokus program agar keterampilan lulusan pelatihan lebih sesuai dengan kebutuhan industri.

‎Haeruziyat mengatakan orientasi pelatihan tidak cukup hanya mengikuti minat peserta. Kompetensi yang diberikan juga harus mempertimbangkan kebutuhan dunia kerja sehingga peserta memiliki peluang untuk terserap sebagai tenaga kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

‎Pada Agustus 2026, pemerintah pusat memberikan Anggaran Belanja Tambahan. LLK Selong kemudian memperoleh alokasi pelatihan untuk 720 peserta yang dilaksanakan secara bertahap dalam beberapa gelombang.

‎Para peserta tidak hanya mendapatkan pembelajaran dari instruktur, tetapi juga difasilitasi dengan peralatan penunjang usaha. Haeruziyat meminta peserta memanfaatkan kesempatan tersebut secara sungguh-sungguh.

‎Menurut dia, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang mengikuti pelatihan, tetapi juga dari kemampuan mereka memanfaatkan keterampilan dan peralatan yang diperoleh setelah pelatihan selesai.

‎Ia berharap keterampilan tersebut dapat membuka peluang karier maupun usaha baru sekaligus memberi kesempatan kepada masyarakat lain untuk mengikuti program pelatihan pada gelombang berikutnya.

‎Kegiatan di Pendopo Bupati Lombok Timur itu dirangkaikan dengan penyematan kartu nama secara simbolis oleh Bupati. Haerul bersama Wakil Bupati Lombok Timur kemudian menyerahkan bantuan peralatan dari dana DBH-CHT kepada perwakilan penerima.

‎Acara dilanjutkan dengan penyerahan santunan manfaat BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris.

‎Turut hadir jajaran asisten, staf ahli, organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan BPVP, Kepala BPJS Ketenagakerjaan, Ketua Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS), para instruktur, serta alumni pelatihan.

‎Haerul berharap komunikasi dan koordinasi antara Kementerian Ketenagakerjaan, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, dan Dinas Ketenagakerjaan Lombok Timur terus diperkuat agar program peningkatan kompetensi tenaga kerja dapat berjalan berkelanjutan dan semakin tepat sasaran.

Baca Juga :  Lima Copet Asal Lotim Diamankan Polres Loteng Saat Pelepasan Jamaah Haji

 

guest

0 Komentar
terbaru
terlama terbanyak disukai