Pembangunan Kandang Smart Dimulai, Anggaran Dipangkas Jadi Rp1,1 Miliar
Terjemahan

Anews. Pembangunan kandang Smart untuk ayam dan puyuh mulai dilaksanakan meski anggaran yang tersedia tidak memenuhi seluruh kebutuhan pembangunan. Dari usulan awal Rp.1,5 miliar, anggaran yang dialokasikan saat ini sekitar Rp1,1 miliar.

‎Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Masyhur, mengatakan pembangunan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan anggaran. Sejumlah kelengkapan kandang belum dapat dipenuhi secara utuh.

‎”Memang pertamanya secara tradisional karena acuan kita anggaran. Tapi kemungkinan tidak kita penuhi secara utuh karena ada poin-poin yang kurang anggarannya,” kata Masyhur saat ditemui di ruang kerjanya.

‎Kandang tersebut dibangun di atas lahan seluas 15 are yang merupakan aset Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Luas bangunan kandang sekitar 2.200 meter persegi dengan kapasitas yang direncanakan mencapai 2.200 ekor ternak.

Baca Juga :  Camat Masbagik Memberikan Apresiasi Kegiatan Jalan Sehat

‎Menurut Masyhur, rencana awal daya tampung kandang sebenarnya lebih besar. Namun, sebagian pengadaan ditunda karena keterbatasan anggaran. Penambahan kandang dan kebutuhan lainnya akan diusulkan melalui anggaran perubahan.

‎”Data tampung ayam sebelumnya direncanakan sampai 400-an lebih, tapi kita tunda pengadaannya sebagian. Nanti itu akan dibangun di dana perubahan. Ini kita laporkan ke bupati kaitannya dengan penambahan kandang,” ujarnya.

‎Masyhur mengatakan pekerjaan fisik kandang telah dimulai. Pihaknya telah memerintahkan kontraktor untuk mulai mengerjakan pembangunan kandang ayam dan puyuh.

‎Setelah pembangunan rampung, pengelolaan kandang tersebut rencananya akan dikerjasamakan dengan PD Agro Selaparang. Dinas Peternakan berharap perusahaan daerah itu menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengelola peternakan tersebut.

Baca Juga :  Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 95 Kabupaten Lombok Timur

‎”Harapan kita PD Agro dapat mengajari atau melatih karyawan-karyawannya untuk studi banding dulu ke kandang-kandang yang sudah maju dan berhasil,” kata Masyhur.

‎Dengan pola kerja sama tersebut, Dinas Peternakan nantinya lebih banyak menjalankan fungsi pengawasan. Pengelolaan operasional kandang diharapkan dapat dilakukan oleh SDM yang disiapkan PD Agro Selaparang.

‎Adapun lahan yang digunakan untuk pembangunan kandang merupakan aset Pemerintah Provinsi NTB. Menurut Masyhur, lahan milik pemerintah dapat digunakan untuk menunjang kepentingan pemerintah.

‎”Kaitannya dengan lahan pemerintah, boleh dipergunakan untuk kepentingan pemerintah sendiri,” ujarnya.

‎‎Pembangunan kandang Smart ini menjadi bagian dari upaya pengembangan peternakan ayam dan puyuh. Namun, pelaksanaannya dilakukan secara bertahap mengikuti ketersediaan anggaran.

Baca Juga :  Pasar Hewan di Lombok Timur Masih Tutup Total sampai Agustus

 

guest

0 Komentar
terbaru
terlama terbanyak disukai